Ilusi Zakat

Standard

Zakat adalah ilusi. Sama seperti bantuan langsung tunai, yang diberikan kepada pemerintah, beberapa tahun lalu saat BBM naik. Seperti para anak negeri yang berjibaku ingin naik haji, memberikan recehan untuk anak jalanan demi pahala tiap tahunnya. Tapi, apa zakat itu mensejahterakan? Kenapa kita indonesia, salah satu penduduk muslim terbesar, malah banyak yang miskin?

Setiap tahunnya, makin banyak orang terinjak-injak karena rebutan daging kurban. Apa itu benar benar menyelesaikan masalah? Faktanya, banyak negara yang menerapkan hukum islam sepenuhnya, malah hancur berantakan. Maka, yang perlu diperhatikan adalah semakin mengkristalnya kelas perampok, bukan banyaknya sedekah yang diberikan. Apa iya, jika sepenuhnya hukum-hukum Islam dilaksanakan, dunia akan menjadi lebih baik?

Seperti hukum holistik bin mulia, zakat yang tampak begitu subur di mata para muslim. Zakat tidak bisa menurunkan harga beras, minyak goreng, pakaian yang mana juga harga buku. Yang mana sering dikatakan bapak pejabat dengan sok bijaknya, “pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa” juga terancam.

Yang jelas, zakat tidak menghilangkan kemiskinan. Ia hanya menyamarkan realitas sebuah kemelaratan. Di mana semakin banyak orang berinjak-injakan demi daging kurban dan bahkan mati demi uang beberapa puluh ribu. Sudah seharusnya dan sewajarnya, manusia itu hidup dengan layak, tanpa zakat yang holistik bin kampungan itu. Ataukah, ketidakmampuan daripada system islam, untuk menghidupi rakyatnya secara wajar dan alami?

System kacungisme Republik Indonesia, dan zakat makin membodohi, menina bobokan orang-orang. Berpikir bahwa, permasalahannya terletak pada zakat. Di mana, permasalahan terbesarnya terletak pada pemerintah. Kalau kita tarik undur pada jaman nabi, permasalahannya terletak pada penguasa tunggal, sang nabi.  Zakat hanyalah kompensasi kecil, untuk membungkam perut lapar. Agar penguasa tidak collapse.

9 thoughts on “Ilusi Zakat

  1. apple

    Another stupidity by an atheist. Zakat tidak menyamarkan realitas suatu kemelaratan, melainkan aksi/ tindakan nyata, suatu ‘good deeds’ untuk menolong sesama yang membutuhkan.

    Kalau di Indonesia masih banyak yang melarat, apa dasar anda untuk menyatakan permasalahannya terletak pada zakat? Anda belum menghitung seberapa dalam pengetahuan masyarakat tentang zakat, kepatuhan masyarakat Indonesia untuk melaksanakan zakat, dst.

    Asumsi buta anda jelas terlihat hanya untuk menjatuhkan agama tertentu.

      • apple

        yang bilang anda sendiri, dan the guardian news itu masuk dalam kategori popular magazine. kalo research pake scholarly journal, bukan data yang diambil dari internet dan diragukan kebenarannya.

        anda juga tarik napas pelan2, jangan terlalu benci…

  2. juna

    Coba diberi kesempatan ya, satu wilayah yg menetapkan sistem khilafah islam, tanpa di ganggu, di propaganda, disabotase negara2 lain…..kyak’y maju deh :)

    Sama bukan soal zakat’y

    “Sesungguhnya kalian hidup di zaman yang fuqahanya (ulama) banyak dan penceramahnya sedikit, sedikit yang minta-minta dan banyak yang memberi, beramal pada waktu itu lebih baik dari berilmu. Dan akan datang suatu zaman yang ulamanya sedikit dan penceramahnya banyak, peminta-minta banyak dan yang memberi sedikit, berilmu pada waktu itu lebih baik dari beramal.” (HR. Ath-Thabrani).

  3. nama saya

    nyatanya mayoritas masyarakat miskin indonesia melihat zakat hanya sebagai pemberian yang menguntungkan bukan dari sisi ajaran agama.
    “zakat tidak menghilangkan kemiskinan..” memang benar. yang menghilagkan kemiskinan dalah kemauan dan usaha orang itu sendiri untuk berubah
    sekalipun zakat tidak diterapkan di indonesia, apakah kemiskinan akan menghilang.. tidak. karena memang letak permasalahan kemiskinan di negeri ini bukan pada zakat dan semacamnya.
    :)

  4. eza

    — “Yang jelas, zakat tidak menghilangkan kemiskinan. Ia hanya menyamarkan realitas sebuah kemelaratan.”

    > lah emang siapa yang ngomong kalo zakat itu bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan? :D

    ========================

    — “Kenapa kita indonesia, salah satu penduduk muslim terbesar, malah banyak yang miskin?”

    > wohoho…Motor honda itu paling sering ditemuin di bengkel. apa berarti motor honda itu gampang rusak?
    > Mayoritas pasien Rumah Sakit di pulau Jawa itu suku Jawa, kalo bilang “Orang jawa itu penyakitan” bisa-bisa saya digebukin orang..wakwakwakwak

    ========================

    — “System kacungisme Republik Indonesia, dan zakat makin membodohi, menina bobokan orang-orang. Berpikir bahwa, permasalahannya terletak pada zakat.”

    — “ketidakmampuan daripada system islam, untuk menghidupi rakyatnya secara wajar dan alami”

    > jadi siapa yang “Berpikir bahwa, permasalahannya terletak pada zakat”? HAHAHAHAHA!
    umat islam atau anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s