Sebuah Kisah Pribadi

Standard

Berikut ini adalah email dari seorang follower @agamajinasi yang bercerita mengenai “pencerahannya”. Kami meminta izin pada beliau untuk post emailnya di sini, dan diizinkan. Tulisan ini apa adanya, tidak diedit sama sekali kecuali spasi paragraf agar pas dengan format blog. Nama dan alamat email sebenarnya tidak ditaruh karena alasan privasi.

***

Hai min, saya mau curhat sedikit soal perjalanan kepercayaan akan tuhan dalam hidup saya. Saya ingin katakan bahwa hampir selama 18 tahun saya hidup saya tidak benar-benar yakin akan adanya tuhan. Masih tertanam kuat ingatan saya saat masih kecil. Mungkin umur 6-7 tahun ketika itu saya berpikir kenapa tuhan jahat sekali, kenapa tuhan seperti itu. Saat itu saya baru saja diberitahu dalam ajaran agama (di tk.islam) bahwa selain muslim yang lainnya masuk neraka. Sedangkan saya mempunyai teman dekat yang non muslim. Dan saya kecewa bahwa dia tidak bisa bersama saya jika di surga nanti. Continue reading

Sejarah Ditulis Oleh Pemenang

Standard

Yang pasti kalo mau tau “sejarah ditulis oleh pemenang”, banyak contohnya di sejarah dark ages. Misalnya kata “gothic”, “vandalisme”, “barbarian”, itu beda dengan arti umum yang sekarang. Mirip dengan kata “anarki” yang diartikan beda, yang sekarang malah diartikan sebagai chaos.

Kalo denger kata gothic, itu asalnya dari kata goth. Nama (suku) bangsa: visigoth dan ostrogoth. Grup yang kalah. Vandalism juga sama, asalnya dari suku bangsa Vandals. Juga grup yang kalah. Barbarian agak beda sedikit. Kata “barbar” ditujukan ke orang-orang yang gak berbahasa Yunani. Non warga negara. Kata barbar itu mirip dengan kata “kafir” di bahasa Arab atau “ghoyim” di bahasa Ibrani/Yahudi. Continue reading

Manusia Memuja Kekosongan

Standard

Filosofi sudah mati. Seperti tuhan. Manusia hanya memuja kekosongan.

The “feel-good” teachings, anyone can do it. But can any one do it?

Sudah harusnya dibuat aplikasi “barang siapa…, ia akan …” meme generator ala kata-kata oracle seperti yesus, konfusius, dll. Titik-titiknya isi sendiri. Toh para oracles tersebut sadar dan tertawa manusia begitu bodohnya sampe manggut-manggut denger kata-kata kosong mereka. Continue reading

Kita Ada di Tengah Revolusi

Standard

Di negara maju, science & teknologi makin berorientasi pada kesejahteraan. Negara nggak banyak tingkah. Kontrol sosial ketat. Kita ini sebenarnya bergerak ke arah mana? Perubahan apa dulu yang ingin kita capai? Revolusi syariat islam? Atau yang mana? Revolusi, tidak bisa kita artikan sebagai riot/pemberontakan. Revolusi adalah sebuah perubahan system secara fundamental. Dan, revolusi (perubahan system) itu sedang berlangsung, secara konstan, tanpa henti, bahkan hari ini, detik ini Continue reading

Ilusi Zakat

Standard

Zakat adalah ilusi. Sama seperti bantuan langsung tunai, yang diberikan kepada pemerintah, beberapa tahun lalu saat BBM naik. Seperti para anak negeri yang berjibaku ingin naik haji, memberikan recehan untuk anak jalanan demi pahala tiap tahunnya. Tapi, apa zakat itu mensejahterakan? Kenapa kita indonesia, salah satu penduduk muslim terbesar, malah banyak yang miskin? Continue reading

Semua Demi Uang

Standard

Menurut Karl Marx, yang menjadi dasar semuanya adalah motif ekonomi. Ia menghasilkan pola dalam masyarakat, termasuk agama. Bukan hanya agama, tapi juga pemikiran, kebiasaan dan lain lain juga dibentuk dari motif sosial-ekonomi. Pengaruh pengaruh yang terjadi, berhubungan erat dengan teori ketidaksadaran manusia.

Lebih jauh mengenai ini, baca buku Freud, Marx dan Erich Fromm – Beyond The Chains of Illusion. Continue reading

Ada Apa Sebelum Awal

Standard

Banyak alasan kenapa orang sering sekali berargumen bahwa universe (semesta) ada awal. Hanya dengan argumen ini, tuhan bisa disisipkan & difungsikan sebagai “first cause” ataupun prime mover of the universe.

Jika seseorang percaya bahwa universe memiliki awal, maka yang harus dipertanyakan adalah, “ada apa sebelum awal?”

Jika dalam argumen ini dia ingin sekali menyisipkan tuhan ke dalamnya, maka apa yang tuhan kerjakan sebelum semesta? Continue reading