Sejarah Ditulis Oleh Pemenang

Standard

Yang pasti kalo mau tau “sejarah ditulis oleh pemenang”, banyak contohnya di sejarah dark ages. Misalnya kata “gothic”, “vandalisme”, “barbarian”, itu beda dengan arti umum yang sekarang. Mirip dengan kata “anarki” yang diartikan beda, yang sekarang malah diartikan sebagai chaos.

Kalo denger kata gothic, itu asalnya dari kata goth. Nama (suku) bangsa: visigoth dan ostrogoth. Grup yang kalah. Vandalism juga sama, asalnya dari suku bangsa Vandals. Juga grup yang kalah. Barbarian agak beda sedikit. Kata “barbar” ditujukan ke orang-orang yang gak berbahasa Yunani. Non warga negara. Kata barbar itu mirip dengan kata “kafir” di bahasa Arab atau “ghoyim” di bahasa Ibrani/Yahudi. Continue reading

Advertisements

Manusia Memuja Kekosongan

Standard

Filosofi sudah mati. Seperti tuhan. Manusia hanya memuja kekosongan.

The “feel-good” teachings, anyone can do it. But can any one do it?

Sudah harusnya dibuat aplikasi “barang siapa…, ia akan …” meme generator ala kata-kata oracle seperti yesus, konfusius, dll. Titik-titiknya isi sendiri. Toh para oracles tersebut sadar dan tertawa manusia begitu bodohnya sampe manggut-manggut denger kata-kata kosong mereka. Continue reading

Surga

Standard

Ini menarik. Kita akan membahas masalah surga. Delusi terbesar yang diyakini milyaran penduduk bumi secara berbeda beda. Tanpa melihat secara tekstual apa yang sebenarnya tertuang dalam kitab kitab suci mereka, masing masing sudah memiliki gambarannya sendiri tentang surga. Well, karena mereka sudah percaya penuh terhadap Tuhan, mereka percaya semua jenis kesenangan yang dipilihkan tuhan, pastilah oke. Ketika imajinasi berkembang sedemikian rupa, akal sehat mati. Continue reading

Chaotic

Standard

It’s a complete chaos, if you can’t use logic. But it’s more chaotic, if you discuss something that you don’t even understand.

Perpuluhan

Standard

Konsep persepuluhan itu konsep yang katanya ilahi, tertulis di taurat, dan diaplikasiin di gereja-gereja (tertentu}. Tapi apa benar ilahi? Mari kita buka-bukaan, sekalian liat kelicikan gereja.

Konsep perpuluhan sebenarnya udah ada dari jaman Mesopotamia dan budaya politeisme mereka. Nama konsepnya? Masretu. Masretu adalah bagian dr sistem penyembahan dewa Shamash (matahari), salah satu ribuan dewa di sana. Masretu adalah perintah dewa Shamash, pengikut-pengikutnya diperintahkan untuk memberikan 1/10 hasil ladang dan ternak mereka. Konsep Masretu diadaptasi ke dalam taurat dengan ditambahi cerita-cerita soal mulai dari Abraham sampe perintah-perintah tuhan.

Gak ada yang salah dengan konsep flat rate tax seperti Masretu atau perpuluhan (bhs inggris: tithe). Semua bangsa purba punya sistemnya masing-masing. Masretu, persepuluhan, tithe, ma’aser, bahkan zakat, apapun namanya, sebenarnya adalah sistem pajak. Yang salah adalah sistem tersebut dipaksakan supaya orang-orang taat yaitu dengan memakai konsep tuhan biar orang-orang tersebut takut.

Nah, sekarang ma’aser (aser: sepuluh – bahasa ibrani) atau persepuluhan dalam taurat itu sebenarnya fungsinya apa? Kalo mau baca seluruh sistem ma’aser dalam taurat, akan jelas bahwa fokusnya adalah para imam dan orang-orang miskin. Tapi dalam gereja-gereja, yang dikutip itu cuma sebagian ayat-ayat, yang menguntungkan para pendetanya secara finansial. Seperti fungsi pajak, ma’aser berfungsi untuk menolong orang-orang miskin supaya bisa makan (welfare). Dalam taurat, hal tersebut diatur jelas. Hasil ma’aser seluruh bangsa Israel dikumpulkan dan dibagikan ke orang-orang miskin. Dulu yang pernah saya bahas, konsep perpuluhan atau zakat itu udah gak berlaku lagi di negara seperti Indonesia. Konsep tersebut hanya berlaku di jaman teokrasi, bukan di jaman multikultur, heterogen dan sekuler seperti sekarang. Bayangkan negara udah punya sistem pajak, lalu ada grup-grup di dalamnya yang perpuluhan juga. Itu namanya dipajakin dobel!

Jadi selain penerapannya ngaco di dalam gereja-gereja, sistem perpuluhan juga udah outdated dan jauh dari konsep ilahi. Gak beda sama Yahudi yang kopas masretu dari Mesopotamia terus ganti jadi perpuluhan/ma’aser.

Sinetron Penyelamatan, Bersambung Di Hari Kiamat

Standard

Yang paling absurd dari doktrin kristen adalah karya penyelamatan yesus. Sebuah drama sinetron epic level kosmik.

Plotnya gini:

tuhan ciptain manusia –> taro pohon terlarang –> larang manusia makan buahnya –> tapi dia udah tau bakal dimakan

Buah dimakan manusia –> tuhan hukum manusia –> tapi janji suatu saat bakal selametin manusia –> tuhan kirim anaknya

Anaknya mati nebus dosa manusia –> idup lagi –> yang percaya sama dia, boleh masuk lagi ke tempat di mana manusia tadinya diusir.

Kalo diterjemahin di level sinetron lokal kira-kira gini plotnya:

Seorang hakim gak percaya sama pembantunya –> dia ngetes taro duit di meja –> duit diambil si pembantu –> si pembantu dihukum

Tapi si hakim bilang nanti bakal nyelamatin si pembantu –> si hakim suruh anaknya jadi kambing hitam di persidangan

Anaknya dihukum masuk penjara –> si pembantu bebas –> tapi terus anaknya dibebasin juga dari penjara. Ribetnya ampun.

Dan endingnya ngetwist: si anak dan si hakim ternyata orang yang sama! Ini science fiction campur misteri dan thriller. Novel John Grisham, Stephen King, Michael Crichton, campur jadi satu dan dibikinin filmnya sama Christopher Nolan!