Ada Apa Sebelum Awal

Standard

Banyak alasan kenapa orang sering sekali berargumen bahwa universe (semesta) ada awal. Hanya dengan argumen ini, tuhan bisa disisipkan & difungsikan sebagai “first cause” ataupun prime mover of the universe.

Jika seseorang percaya bahwa universe memiliki awal, maka yang harus dipertanyakan adalah, “ada apa sebelum awal?”

Jika dalam argumen ini dia ingin sekali menyisipkan tuhan ke dalamnya, maka apa yang tuhan kerjakan sebelum semesta? Continue reading

Mengenai Surat Korintus

Standard

Menjawab pertanyaan seorang follower tentang ayat di surat Korintus yang melarang orang kristen menikah dengan non-kristen.

Banyak orang kristen gak tau kalo surat Paulus ke jemaat Korintus itu ada 4, bukan 2. Yang 2 lagi ke mana? Walahualam :)

Kok bisa tau ada 4? Karena penulisnya sendiri yang mention 2 suratnya yang lain itu di dalam 1 Korintus dan 2 Korintus. Banyak kitab-kitab di dalam alkitab yang sebenarnya berbentuk surat dalam arti literal/harafiah, dipake sebagai korespondensi ke pihak lain. Akhirnya alkitab jadi buku yang jauh dari sempurna, karena cuma berisi satu sisi dari surat-surat tersebut. Surat-surat balasannya gak ditampilkan. (Sumber: earlychristianwritings.com)
Ibarat baca conversation di twitter, reply pihak lain gak bisa dibaca (karena diblok, misalnya? :) ). Akhirnya cuma bisa nebak-nebak, lagi ngomong apa nih orang. Kalo di kristen ada hermeneutika, dalam islam ada asbabun nuzul. Sebab ditulisnya ayat, atau bahasa kerennya: ilmu tafsir. Ilmu tafsir berguna untuk pemimpin-pemimpin agama, untuk ngajarin dan jelasin ayat-ayat yang susah dipahami oleh kaum awam.

Tapi kenapa kaum awam gak disuruh belajar ilmu tafsir? Yah kalo gitu ntar para pemuka agama dapet duit dari mana? :)

Inti surat paulus ke jemaat korintus itu sebenarnya cuma jawab tuduhan-tuduhan dari beberapa guru jemaat di sana. Jadi ceritanya gini. Paulus pergi ke Korintus ketemu jemaat di sana. Tinggal di sana sekitar 18 bulan, trus pergi lagi. Begitu dia ke sana lagi, dia dituduh, dibilang rasul palsu dll. Yang nuduh itu datang dari kalangan internal di sana. Surat 2 Korintus itu isinya pembelaan dia dan sekaligus nuduh balik kalo yang nuduh dia itu sebenarnya kafir (unbeliever). Jadi surat itu gak ada hubungannya sama pacaran dan kawin-kawinan, seperti yang dipake para pendeta untuk nakut-nakutin jemaat.

Jadi kalo ada pendeta ngajarin kamu soal ga bisa nikah karena ayat itu, suruh dia belajar hermeneutika surat Korintus dulu.

“kita dizolimi, mari zolimi balik”

Standard

Ajaran “kita dizolimi, mari zolimi balik” sudah ada sejak jaman Israel kuno: http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=deuteronomy%2013:%206-10

Padahal sejarah Israel kuno kita tau sendiri, penuh agresi. Menyerang dan menaklukkan bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Kristen juga sama; menginjili dan jadiin bangsa-bangsa lain “murid-Ku.” Lalu mengharap orang diam aja? http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Mat&chapter=28&verse=19

Orang menolak diserang, dipaksa syariah, diinjili, dikatakan kafir, diteriaki pake toa, lalu Anda mengharap orang tidak bereaksi? Lalu ketika orang bereaksi, nabi Anda meyakinkan Anda “karena Anda mukmin/beriman/orang pilihan/bangsa terpilih, makanya banyak yang benci!”

Orang rusuhin Anda balik karena ajaran agama-agama Anda yang rusuh, bukan karena iman anda. Peduli amat Anda mau beriman ke siapa. Anda menginjili, syiar, maen paksa, trus ketika orang bereaksi, Anda mengira itu terjadi karena Anda adalah mukmin atau umat allah? Anda SAKIT.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Justifikasi Embriologi

Standard

Menjawab klaim muslim bahwa Muhamad dapat hidayah soal embriologi:

LoL “@AgamaSamawi: “Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu, Kejadian demi kejadian dalam TIGA kegelapan…” (Q.S 39:6)”

Kemaren baru aja dibahas soal yahudi klaim soal ada nyawa di dalan darah berdasar taurat, eh ini muslim gak mau kalah XD

Berbicara soal embriologi, perihal janin itu sudah ilmu lama, dari sejak jaman Yunani, ribuan tahun sebelum muhamad lahir. Cabang ilmunya namanya embryology. Kata embryon harafiahnya: belum jadi. Silakan pelajarin soal janin, fisiologi dan hormon-hormon terkait. Btw, ini ayat taurat soal nyawa di dalam darah: http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Ul&chapter=12&verse=23

Debat dengan yahudi ortodoks yang bangga sama kitabnya ya sama kaya debat sama muslim idung pesek yang bangga sama kitabnya. Apa karena taurat bilang begitu, lantas taurat udah mendahului sains soal pentingnya darah buat kehidupan? Tentu gak. Mirip juga dengan klaim muslim yang bilang nabinya udah dapet wahyu ilahi soal trimester pregnancy sebelum sains tau XD

Gimana jaman dulu udah ada embriologi? Ya dengan metode ilmiah. Bukan dengan suara dari langit klaim agama-agama samawi. Metode ilmiah udah dipelajari dari sejak kita SMA, prinsipnya sederhana. Semua orang bisa lakuin kok, bukan hanya “chosen people“.

Masih ingat waktu SMA kita pernah belek kodok/burung? Nah praktek dissection itu udah ada dari ribuan taun sebelum masehi. Dari jaman sebelum Aristoteles ngebedah burung, kodok, dan di liat organ-organ dalamnya itu udah praktek yang biasa dilakukan. Bahkan praktek dissection ke para budak-budak perempuan hamil yang masih hidup udah jadi praktek di kerajaan-kerajaan seperti Aztec, dll.

Di cabang embriologi, tahapan-tahapan pertumbuhan janin itu sebenarnya ada beberapa aliran. Ada yang bilang 2, 3, 6 sampe 10 tahap. Beberapa aliran ini timbul karena adanya perbedaan-perbedaan cara melihat pertumbuhan janin. Jadi mana yang benar atau salah? Dalam pembagian stages of a development seperti itu, seringkali bukan soal benar/salah tapi melihat fungsi.

Lebih lanjut, ada beberapa pendapat soal bagaimana muhammad bisa tau soal trimester. Mulai dari sekolah Jundishapur di Iran (555 M) sampe Harith al-Nasar. Tapi terlepas dari situ, ilmu pertumbuhan janin itu bukan barang baru, sudah ada di jaman pra Muhamad. Lagipula tipikal klaim teis, baik itu Yahudi, Kristen atau Islam, hanya terletak pada 1-2 ayat; hanya satu atau beberapa kalimat.

Satu atau dua kalimat gak bisa dijadiin landasan, malah akhirnya cuma jadi justifikasi, untuk hal-hal yang sifatnya kompleks. Tidak beda dengan puisi Nostradamus yang ada kata burung dari metal, lalu para pengikut fanatiknya mengklaim kalo itu ramalan atau nubuatan soal kejadian 9-11 di NYC di mana pesawat (brung besi) ditabrakkan ke gedung pencakar langit. Prinsipnya jelas: Semakin sederhana dan ambigu sebuah kalimat, semakin mudah untuk diklaim sebagai kebenaran. Contoh lain: ramalan bintang.

Sumber:

1. http://www.al-islam.org/about/contributions/humanreproduction.html

2. http://www.academia.edu/1192424/Was_al-Harith_bin_Kaladah_the_source_of_Prophet_Muhammads_medical_knowledge

3. http://www.answering-islam.org/Quran/Science/embryo.html

4. http://www.skepticreport.com/sr/?p=449

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Eratosthenes

Standard

Bukan cuma perkembangan sains terkini, di mana manusia menggunakan model, hitungan untuk membuktikan “imajinasinya”.

Pada abad ke 3 sebelum masehi, Eratosthenes merasa penasaran, ketika melihat matahari dan bayangan. Ia bertanya, kenapa tembok di Alexandria pada waktu yang sama mempunyai bayangan, dan di syene tidak berbayang sama sekali? Eratosthenes menghitung keliling bumi, berdasarkan observasi tersebut. Eratosthenes memperkirakan, karena bumi melengkung, maka bayang kedua kota tersebut mempunyai sudut yang berbeda. Ia memakai rumus geometri sederhana untuk membuktikan kemiringan tiang-tiang batu itu.

Tidak ada bayangan di Syene, pada hari pertama musim panas. Atau tidak ada sudut sama sekali. Sedangkan, di Alexandria berjarak 70. Sudut 70 antara dua kota itu, adalah 1/50 lingkaran. Jadi, Eratosthenes mengkalikan 800km (jarak kedua kota) dengan 50 dan mendapatkan 40.000 km.

Apa yang Eratosthenes lakukan, pada saat itu, bagi masanya adalah seperti hal yang tidak mungkin untuk menghitung keliling bumi. Tapi apa yang dilakukannya, berdasarkan observasi dan hitungan matematis. Bukan sesuatu yang dia “khayalkan”. Dan dia membuktikan dirinya sebagai cendekiawan kelas 1, karena keliling bumi tepatnya adalah 40.061 km.

Orang dulu liat Aritosthenes, kayak @justmyself1307 sekarang ngikutin perkembangan sains. Mikirnya, itu hasil ngigo. Di mana, hal-hal tersebut sebenarnya punya dasar.

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Hermeneutika (Alias Ilmu Ngeles)

Standard

Menjawab perihal isu kekristenan dan ilmu tafsir:

Nabi dalam sejarah Yahudi itu ada banyak, ratusan ribu orang. Udah kaya orang jualan di pasar. Mirip kaya filsuf-filsuf Yunani, nabi-nabi nongkrong di jalan atau alun-alun. Teriak-teriak pake nama tuhan. Jualan pencerahan yang mereka dapet. Nabi-nabi yang tenar di Taurat jumlahnya ga sampe 60 orang, biasanya ada koneksi ke istana, atau berani beda/ anti mainstream. Seperti dukun, ada nabi-nabi yang nubie, ada juga yang udah punya murid-murid dan pengikut, diajarin untuk jadi nabi-nabi baru.

Dukun yang jago biasanya karena udah belajar dari pengalaman (baca: kesalahan-kesalahan). Mainannya jadi ekstra hati-hati. Jadi kalo masih baru, biasanya dukun bakal innocent untuk nanya customernya, “kamu siapa? Butuh apa?” Dukun kok nanya. Dukun pengalaman bakal pantang untuk nanya-nanya begitu. Ketauan kalo elo sebenarnya gak tau. Cuma minta data supaya jadi sok tau.

Paralel dengan cerita di alkitab soal yesus nanya ke orang yang dirasuk setan; itu salah satu loopholes gede dalam kekristenan. Ceritanya ada di sini, Yesus nanya setan apaan yang ngerasuk itu orang: http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Luk&chapter=8&verse=30

Makanya ada hermeneutika soal kristologi, misalnya, belajar DUAL nature of Jesus (tuhan dan manusia), bagus buat nutup loopholes. Jadi pas yesus nanya itu setan, dia itu manusia makanya gak tau thus dia nanya. Tapi begitu ngusir setan, tiba-tiba dia jadi tuhan :)

Semua orang bisa jadi nabi kok, tinggal belajar cold reading plus ilmu ngeles. Mulai dari buta hurufnya muhamad sampe dualismenya yesus. Kalo dah jago ilmu ngeles (justifikasi) dan loopholes keliatannya dah ketutup, baru deh tepuk tepuk dada bilang bahwa (agama) elo itu divine.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Natal dan Santa Klaus

Standard

Perayaan kaya natal? Gak ada, emangnya agama :p “@JuanGreece: @Agamajinasi min perayan Atheis kapan ?”

Kalo mau jadi kristen puritan, ya jangan ngerayain natal. Esensinya udah kabur dan di dalamnya udah campur kaya gado-gado XD Tapi kalo pentingin kebersamaan dan perayaan, natal itu seperti acara bareng buat siapapun di seluruh dunia.

Justru yang bikin natal jadi acara global karena pesan inklusif lewat pernak perniknya, bukan lewat ajaran agamanya. Pernak pernik natal maksudnya seperti mulai dari lampu natal, pohon natal sampe kartu selamat natal. Itu yang dulu saya pernah bilang, kenapa sekarang kristen berpusat di Eropa/Amerika, karena asimilasi dan akulturasinya dari sana.

Misalnya soal lampu natal yang kelap kelip menghiasi pohon natal, itu asalnya dari perusahaan telepon di Amerika taun 1822. Model lampu begitu dipake untuk jawab telpon yang masuk. Makanya jadi kelap kelip. Akhirnya dipake untuk acara natal. Tradisi-tradisi pagan seperti saturnalia, winter solstice atau yule juga diadaptasi dalam perayaan natal. Tradisi-tadisi pagan tersebut intinya simpel, untuk ngisi waktu karena gak bisa bertani (musim dingin) dan kurang makanan untuk ternak. Akhirnya ternak dipotong dan dimasak, daripada dibiarin mati kelaparan. Berubah jadi perayaan dan pesta. Atau soal Santa Klaus, yang image-nya gabungan dari karakter-karakter, mulai dari St. Claus, Elf, sampe Dewa Odin (jenggot putih).

Santa Klaus skarang itu rekaan Clement Moore dalam puisi dia: http://www.carols.org.uk/twas_the_night_before_christmas.htm

Tapi original santa klaus-nya Moore itu masih cupu. Belum kompleks kaya mitos-mitos yang hasilnya seperti skarang ini. Maksudnya cupu; belom ada soal kutub utara, anak-anak kirim surat ke Santa Klaus, atau dia pisahin mana anak yang baik/nakal. Yang perbaikin image santa klaus itu si Thomas Nast. Dia bikin image Santa jadi tinggi, gendut, jenggotan, kaya seorang kakek. Thomas Nast ini ilustrator tenar di sejarah amrik. Dia yang bikin image Uncle Sam, plus gajah dan keledai yang wakilin 2 partai di amrik.

Kenapa konsep santa klaus ini memikat? Karena targetnya anak-anak. Soal tuker, kasih atau surprise hadiah di bawah pohon natal. Kalo udah menyangkut anak-anak dan hadiah, akhirnya temanya jadi universal. Semua juga seneng ikutan.

Umat kristen banyak yang tau soal mitos 25 Desember. Buat mereka itu gak esensial. Walaupun ada juga yang gak rayain di tanggal tersebut. 1-200 taun terakhir informasi udah makin open dan tercatat. Sejarah santa, lagu-lagu natal, kartu natal pertama, dll bisa dicari. Beda dengan 1-2000 taun lalu, kalo informasinya gak jelas, bilang aja dari tuhan. Mau itu di kandang hewan atau gua hira.

Natal jadi contoh bagus gimana (perayaan) agama itu konsepnya berubah dan berkembang, karena memang ciptaan manusia. Seperti ateis ex muslim yang kangen lebaran, ada juga ateis-ateis ex kristen yang kangen natalan.

Apa kalo gitu agama bawa hal bagus? Gak juga. Yang dikangenin yah hal-hal romantisnya, hal-hal kebersamaannya. Gak harus nunggu lebaran untuk bisa ngumpul bareng dan makan opor ayam. Gak harus nunggu natalan untuk makan nastar bareng-bareng. Toh opor ayam dan ketupat gak tertulis di quran, sama seperti kue nastar dan putri salju gak pernah ada di alkitab.

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Sekilas Mengenai Hukum Taurat

Standard

Asal usul kitab-kitab suci emang cenderung bombastis. Mulai dari ngaku oral tradition, ilham ilahi, sampe masalah buta huruf.

Oral tradition itu klaim yahudi soal kitab mereka. Itu gak bener. Mereka hanya mulai peduli sama kitab mereka sejak dibuang di Babylon. Ilham-ilahi itu klaim kristen soal kitab-kitab mereka. Lewat roh kudus, katanya, penulis-penulisnya “inspired to write” XD

Ada 600 lebih hukum dalam hukum taurat yang orang kristen banyak gak tau, bukan cuma soal udang. Misalnya soal hari sabat gak boleh nyetir mobil (api/elektronik), atau haram makan cheeseburger (susu/keju campur daging sapi). Yang menarik itu gak ada kesepakatan tunggal di kekristenan dalam memandang Perjanjian Lama. Melanggar hari sabat itu juga haram. Hukumannya gak tanggung-tanggung: lapidation alias stoning (bukan cimeng ya, tapi rajam).

Makanya geli liat kristen (mis: kristen advent) melihara sabat tapi naik mobil ke gereja dan transaksi di resto. Ini 2 pelanggaran. Tapi sampe sekarang belom pernah denger jemaat kristen advent yang dirajam karena ngelanggar sabat XD

Ngomong-ngomong soal rajam, ini termasuk hukuman yang paling tua. Udah dipake di bangsa-bangsa Sumeria/Mesopotamia, sebelum Abraham lahir. Yahudi klaim rajam sebagai hukuman yang diperintahkan Yahweh. Katanya tuhan tapi jenis hukuman aja minjem dari budaya lain. Di taurat gak ada ditulis ini hukum moral, itu hukum upacara. Taurat ya taurat. Lengkap dan detail cara-caranya. Dilemanya orang-orang kristen melihara hukum taurat ya harus taat smuanya, 600 lebih itu. Ngelanggar 1 artinya ngelanggar semua. Kalo cuma pelihara yang 10 perintah, mis. Hukum sabat, gimana detailnya pelihara hari sabat? Yah gak ada di 10 perintah itu. Satu-satunya jalan untuk ngeliat detail cara melihara hukum sabat ya harus liat puluhan hukum-hukum yang lain yang ada di dalam taurat.

Jadi di jaman Yahudi dulu, aturan dalam taurat bilang nyalain api di hari sabat itu haram. Mirip seperti hari raya Nyepi. Jaman adanya listrik, interpretasi api itu digantiin sama listrik. Jadi gak boleh idupin listrik atau mesin mobil selama Sabat. Makanya kalo baca injil soal yesus sama murid-muridnya dikritik soal makan makanan di dalam bait auloh, itu karna gak ada yang masak di hari sabat.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Komentar mengenai Palestina & Kemanusiaan

Standard

Pernah liat ibu-ibu di gang berantem gak? Ada ibu yg anaknya gamparin anak orang tapi ituh ibu malah nyalahin ibu-ibu lain. Nah tuh ibu ngingetin gue sama umat Islam. FPI dkk yg bikin onar, yg disalahin malah orang-orang lain yg non muslim. Susah emang punya anak bukannya digebuk malah dispoiled. Ntar gedenya pantat ibunya sendiri yg kena hajar :)

Saya tidak pernah mengerti dengan logika muslim. Mereka koar-koar soal Palestina, bukan karena kemanusiaan. Tapi karena agama. Jika, kita balik skenarionya. Muslim yg menginvasi Israel dan membunuh rakyat sipil. Allahuakbar diteriakkan.

Ada orang Amerika, dan Yahudi yg menentang apa yg dilakukan Israel. Bahkan mati terbunuh di sana. Tapi, toh. Kamu tidak mau ambil pusing. Karena menurutmu, yang dibantai itu islam, dan yang membantai itu kafir.

Padahal, kemanusiaan itu bersifat universal. Di Palestina ataupun di indo. Ahmadiyah/rakyat Palestina. Kalau, rakyat sipil Amerika terbunuh. Teriak allahuakbar. Teriak “Bukti keagungan islam, islam akan menguasai dunia.” Elu emang 11-12 sama zionist. Sebut zionist fasis, dirinya sendiri fasis. Cuman Tuhan yg bikin merknya laen.

Berhenti untuk meletakkan agama dalam memandang dunia. Tapi letakkan manusia, di atas segalanya. Kamu akan sadar, bahwa kejahatan kemanusiaan terjadi di indonesia tidak ada bedanya dengan yang terjadi di palestina.

Tapi, saya nggak tau. Entah manusia udah jadi urutan ke berapa, karena memang tuhan, nabi dan agama yg no 1 di kepalamu. Nabi, tuhan dan agama yang sudah ikut menyumbangkan 7/8 ketololan yg teramat sangat untuk isi kepalamu itu.

Kalo paradigmanya Islam = Palestina = Hamas emang akhirnya jadi mendidih darahnya. “Ini agama gue dizolimi!” Prett!

Waktu kejadian lebih dari 200 penduduk Palestina mati gara2 “Wakseh”, elo gak protes? FYI, Wakseh itu perang antara Hamas dan Fatah gara2 rebutan kekuasaan di Palestina. Iya, elo gak salah denger. Fatah itu partainya Arafat. Kalo kamu baru lulus SMA mungkin kamu gak tau siapa Arafat. Dan itu artinya silakan gugel :)

Coba yg teriak2 dr kemaren belain Palestina, tanya ke mereka bedanya partai Hamas dan Fatah apaan. Jempol kalo tau :)

Konflik internal di Palestina itu menyangkut korupsi alias duit. Maklum, lebih 30% dari PDB-nya dari bantuan internasional. Bedanya Fatah dan Hamas itu soal eksistensi Israel. Yang terakhir itu punya ideologi nolak eksistensi Israel di timteng. Akibat Wakseh, di Palestina ada 2 penguasa; Hamas nguasain jalur Gaza, Fatah nguasain tepi barat (west bank).

Masih ingat Perjanjian Oslo, di mana Palestina dan Israel sepakat hidup berdampingan? Atau kamu blom lahir di taun ’93? :)

Rabin mati. Arafat udah mati. Walau tercatat di sejarah, orang mulai lupa partai buruh Israel. Begitu juga partai Fatah. Yang sekarang diliat yah Meshaal dari Hamas. Dan Netanyahu dari partai Likud. 2 orang dan 2 partai yg sama2 keras kepala. Hamas dan Likud sama2 partai kanan, sayang aja beda agama dan negara. Kalo sama mereka bakal temenan tuh :)

Dikasih tau faktanya soal Hamas dan Fatah, malah dibilang devide et empire xD Mentalitas terjajah blom ilang yak. Soal eksistensi Israel di timteng gue juga gak setuju. But in history shit happens.

Kalo Israel kudu dibubarin, elo mau numpang 7 1/2 juta penduduknya di rumah elo? Di Israel juga ada yg garis keras kaya Hamas, gak mau ngakuin Palestina sebagai sovereign country. Nah kalo Palestina bubar mereka mau ditaroh di mana? Gak mungkin di Cikeas atau Petamburan :)

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

ekspansi agama

Standard

Sebelum adanya agama-agama samawi, dunia masih sarat dengan suku-suku lokal yang sarat dengan animisme dinamisme. Animisme dinamisme ini sebenarnya beda banget sama yang dijelasin oleh pemimpin-pemimpin agama (sesat, bodoh dll). Konsep suku-suku lokal soal benar salah sebenarnya sederhana; tidak merugikan orang lain.

Elo mencuri ya elo dihukum. Elo membunuh elo dihukum. Esensinya soal adanya pihak yg dirugikan. Dulu sempet bahas soal suku Piraha, suku yang gak kenal konsep tuhan. Ada lagi suku-suku lain seperti itu, mis suku Zulu, pigmy dll.

Apakah karena suku-suku tersebut gak kenal konsep tuhan, jadi gak kenal soal benar salah? Justru mereka tau konsep tersebut.Ketika agama-agama samawi lahir dan ekspansi, konsep benar salah itu yang awalnya sederhana jadi lebih rumit dan ngawur. Ekspansi agama-agama samawi ini mengerikan; mulai dari benua afrika sampe ke pojokan Papua Nugini.

Suku-suku lokal yang tadinya sehari-harinya telanjang, mis., mulai dikenalkan dengan pakaian. Simbolisasi moral agama. Insting natural manusia akan lapar dan seks di-demonized oleh agama-agama samawi. Dikenalkan dengan berbagai norma baru. Norma-norma baru ini misalnya soal pakaian yg tertutup, ritual puasa, dll: Self-restraint yg berlebihan utk mencari berkah.

Karena syiar islam dan pekabaran injil begitu agresif, suku-suku lokal tersebut banyak yg punah 1-300 taun terakhir ini. Punah dalam arti mampus dibunuh (exterminate), dipaksa beradaptasi atau urbanisasi (pindah ke kota; kenal konsep uang).

Kemaren liat foto-foto lama orang-orang di Indonesia pra masuknya pedagang Islam dan kristen, mulai dari Aceh, Batak, sampe Papua. Kalo ngeliat foto-fotonya orang bisa ngira itu suku-suku lokal di afrika. Telanjang dada. Cowok sama cewek campur dan ketawa-ketawa.

Mereka moyang Anda dan saya. Yang harusnya bisa kaim tanah dan hak hidup mereka. Bukannya klaim dari para habib dan pendeta.

Sekarang cewek pulang malem pake rok pendek dikira pelacur. Dulu cewek telanjang dada dan gak ada yang mikir soal pelacur. Sifat agama yg ganas dan agresif seperti kanker, justru hampir mustahil dipisahkan dari kekuasaan itu sendiri. Bukan saja dogma yang disebarkan, wilayah dan budaya asli juga dicaplok. Menumpang diam-diam lewat perdagangan.

Sejarah amerika 100 taun yg lalu itu non-intervention; Ora urus. Ngakuin sovereignity negara lain. Begitu menang WW II sifatnya berubah jadi world police. Mengamankan interest mereka di negara-nagara lain.

Dulu pernah dibahas soal Muhammad juga kan. Dia ngomong bagimu agamamu bagiku agamaku ya sebelum dia masuk politik. Begitu masuk politik mis naklukin Kota Mekah dll ya ekspansinya lewat pedang. Kristen juga begitu. Waktu pengikutnya kecil sabda karakter Yesus ya soal gak usah ngurusin orang yg beda sama mereka. Begitu pengikut banyak sabdanya twist, yg gak ikut mereka berarti melawan mereka. Dulu awalnya saya percaya itu juga. Bukan agamanya tapi orangnya yg salah. Analoginya macem-macem mulai dari pisau sampe pistol.

Tapi kalo satu variabel dihilangkan ternyata bisa mengubah equation, berarti variabel tersebut yang berperan dominan kan? Tapi apa berarti atheisme harus datang lewat senjata dan kekerasan? Yah gak. Jangan mengulangi sejarah (agama).

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/