Kita Ada di Tengah Revolusi

Standard

Di negara maju, science & teknologi makin berorientasi pada kesejahteraan. Negara nggak banyak tingkah. Kontrol sosial ketat. Kita ini sebenarnya bergerak ke arah mana? Perubahan apa dulu yang ingin kita capai? Revolusi syariat islam? Atau yang mana? Revolusi, tidak bisa kita artikan sebagai riot/pemberontakan. Revolusi adalah sebuah perubahan system secara fundamental. Dan, revolusi (perubahan system) itu sedang berlangsung, secara konstan, tanpa henti, bahkan hari ini, detik ini Continue reading

Semua Demi Uang

Standard

Menurut Karl Marx, yang menjadi dasar semuanya adalah motif ekonomi. Ia menghasilkan pola dalam masyarakat, termasuk agama. Bukan hanya agama, tapi juga pemikiran, kebiasaan dan lain lain juga dibentuk dari motif sosial-ekonomi. Pengaruh pengaruh yang terjadi, berhubungan erat dengan teori ketidaksadaran manusia.

Lebih jauh mengenai ini, baca buku Freud, Marx dan Erich Fromm – Beyond The Chains of Illusion. Continue reading

Ada Apa Sebelum Awal

Standard

Banyak alasan kenapa orang sering sekali berargumen bahwa universe (semesta) ada awal. Hanya dengan argumen ini, tuhan bisa disisipkan & difungsikan sebagai “first cause” ataupun prime mover of the universe.

Jika seseorang percaya bahwa universe memiliki awal, maka yang harus dipertanyakan adalah, “ada apa sebelum awal?”

Jika dalam argumen ini dia ingin sekali menyisipkan tuhan ke dalamnya, maka apa yang tuhan kerjakan sebelum semesta? Continue reading

Roh? Yakin?

Standard

KLAIM: “Manusia gak bisa bikin sesuatu yang memiliki ruh”. Supaya valid, definisikan dulu apa itu ruh, dan buktikan adanya. Apa itu ruh? Sesuatu yang memberi nyawa? Oksigen dan carbon? Air? Yang mengatur detak jantung? Yang memberi emosi? Apa?

Kalo cuma soal memberi nyawa, manusia sudah bisa kloning hewan dr jaman kapan. Menciptakan mahluk hidup hasil utak-atik DNA. Kloning manusia juga secara teoritis udah bisa, tapi belum pernah dicoba karena masalah etika dan moral. Jadi tuhan. Menciptakan spesies baru dari gabungan spesies yang sudah ada juga sudah dilakukan. Disebut chimera.

Baca komplit sejarah kloning sampai ke perkembangan terakhir dunia genetika. http://www.newscientist.com/data/doc/teaser/mm/201010/instant_expert_2_-_cloning.pdf

Menciptakan sesuatu yang miliki ruh? Bikin tikus dengan otak manusia aja sekarang udah bisa, dul! http://news.nationalgeographic.com/news/2005/01/0125_050125_chimeras.html

Ruh, kan? Yang membuat mahluk jadi hidup dan bernafas kan? Ilmuwan sudah bisa bikin mahluk hidup. Fuck your god. Cuma tinggal masalah waktu kok sampai segala rahasia genetik tersingkap semua. Mungkin 50 taun, mungkin seabad. Tapi pasti. Tidak tertutup kemungkinan di masa depan bayi “diciptakan” langsung di dalam tabung tanpa surrogate. Secara teoritis sudah bisa.

(Sekilas Mengenai) Hukuman Mati

Standard

Di dunia sekuler hukuman mati sudah jadi perdebatan panjang, dianggap sebagai warisan agama-agama purba yang gak lagi cocok dengan jaman sekarang. Kehidupan harus dihargai setinggi-tingginya karena “kehidupan nanti” alias konsep surga/neraka tidak lagi menjadi diperhitungkan dalam menjatuhkan hukuman.

Satu-satunya keberatan dalam hukuman seumur hidup sebagai pengganti hukuman mati adalah soal biaya yang tinggi. Untuk hukuman seumur hidup negara bisa keluarin ratusan juta per kepala. Dan ini datang dari uang rakyat (taxpayers).

Makanya ada hak pistole, yaitu terpidana hukuman seumur hidup berhak untuk membiayai makanannya sendiri dll sampai mati.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Bencana Alam

Standard

Tadi ada yang request bahas bencana alam. Boleh deh kita bahas dikit, biar ada obrolan sore2 :))

Sebenernya yang dibilang bencana alam itu gak ada. Dibilang bencana karena diliat dari sudut pandang manusia. Kalo dari sudut pandang alam, gempa, tsunami, gunung meletus, badai, dll itu cuma kejadian yang wajar dan alamiah. Dibilang bencana karena fenomena alam tersebut MERUGIKAN MANUSIA. Nyawa dan properti, sebabkan penderitaan emosional.

Dari sudut pandang bumi, yang namanya gempa bumi ya proses natural. Bukan buat ngehukum manusia. Kalo bumi bisa ngomong, dia bakal bilang: “Gue cuma mau garuk gatel di punggung, bukan mau hukum lu. GR aja lu!” Gempa bumi itu cuma pergeseran lempengan bumi, bukan azab, bukan kutukan, bukan juga bukti auloh lu ada.

Kalo lu bilang gempa bumi itu hukuman, berarti aceh yang sangat islami kok dihukum? Berarti islam emang layak dihukum? Jakarta yang isinya maksiat dan koruptor semua, kok gak pernah dihukum? Paling banjir sama macet, udah maksimal.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Circular Reasoning Fallacy

Standard

Mumpung masih hot soal circular reasoning, sekalian saya bahas deh.

Circular reasoning fallacy: kesalahan logika yang berputar (kayak lingkaran). Bentuk paling gampang: alquran itu sempurna, karena alquran itu sempurna. Gampang banget yah? Tapi circular reasoning bisa disajikan berantai, sehingga jadi kompleks.. Itu bisa digunakan untuk buat pusing lawan debat. Tapi ujung-ujungnya sama, premis awal yang disajikan, menjadi alasan terakhir dari premis tersebut

Nah ini bentuk circular reasoning yang paling populer:

  1. Alkitab itu sempurna
  2. Kenapa alkitab sempurna? > Karena alkitab adalah firman tuhan
  3. Tahu darimana alkitab itu firman tuhan? > Karena tertulis di alkitab
  4. Kenapa kamu percaya sama yang tertulis di alkitab? (Karena) ALKITAB ITU SEMPURNA

Kira-kira itu bentuk circular reasoning 3 jurus, kadang-kadang jurusnya bisa lebih dari 3. Makin banyak, makin canggih :D

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Moving The Goalpoast dan Fallacy Amphiboli

Standard

Buat yang mau belajar logical fallacy, apa yang dibuat @L_Fahlevi ini termasuk salah satunya. Bisa dikategorikan sebagai “moving the goalpoast.

Awalnya dia bilang kalau kabah itu dibuat ibrahim. Saya tanya buktinya. yang dia twit-twit cuma ngoceh soal geologi, carbon dating, dll. Jadi goalpost-nya itu kabah yang diklaim sebagai buatan ibrahim. Nah dia pindahin goalpoastnya. Bicara soal geologi, mapping, carbon dating, dll :)

Kalo Anda mau debat kusir, cara itu termasuk gampang. Tinggal pindahin topiknya. Topik originalnya tinggalin aja :) Kalo Anda dijebak dalam debat dengan taktik kaya gitu, jangan terpengaruh untuk masuk ke topik yang meluas. Tetap fokus ke topik awal.

Yang kaya gitu udah sering saya temuin kalo debat agama. Teriak-teriak terdengar ilmiah dari B sampe Z, tapi A yang jadi pertanyaan gak disentuh :) Mereka pikir mereka bisa ngelabuin audience seperti nabi mereka ngelabuin umatnya. Gak lagi deh di peradaban manusia :)

Fallacy amphiboli/ambiguity: kesalahan berpikir penggunaan sebuah kata yang bisa memiliki lebih dari satu makna. Contohnya: ateis gak percaya hal gaib, (karena itu) aneh kalau ateis percaya udara eksis (karna udara gaib). Gaib dalam bahasa indonesia memiliki lebih dari satu makna : 1. tidak terlihat, 2. perkara misterius http://www.artikata.com/arti-327581-gaib.html

Konteks ketuhanan, memenuhi kedua definisi gaib tersebut, sedangkan udara hanya sebatas tidak kasat mata. Bahkan secra islam, definisi gaib meluas http://www.ghoibruqyah.com/index.php/Bahasan/Ghaib-dalam-Terminologi-Islam.html

Sulit memiliki titik temu, jika definisi yang dipegang oleh dua pihak berbeda. untuk situasi ini, penyamaan istilah perlu dilakukan. Kalau penyamaan istilah gak bisa dilakukan, hentikan debat. Bakal jadi debat kusir :)

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Fallacy Redherring/Strawman

Standard

Salah satu fallacy yang paling populer adalah “red herring” (ikan herring merah). Disebut demikian, karena ikan tersebut pandai berkelit :)

Kira-kira bentuknya kayak gini: A : Berdasarkan penelitian coklat LEBIH SEHAT daripada alkohol | B : Tapi minum alkohol adalah HAK saya!”

Dalam contoh tersebut: topik ttg KESEHATAN, dialihkan menjadi topik HAK GAYA HIDUP. menggunakan elemen diskusi yang sama: ALKOHOL. “Red herring” juga punya sodara dekat.. namanya “strawman” (boneka pengusir burung). Argumen yang diberikan lawan bicara diambil secara salah (diluar konteks) dan dihajar habis-habisan dan mengklaim kemenangan secara sepihak. Persis dengan namanya strawman: kamu gak bisa mukul orangnya, kamu pukulin bonekanya, trus lari-lari kesenangan berasa menang :D Untuk contoh strawman, saya ambil lgs dari TL saya sendiri :)

Nah ini contoh strawman :D >> RT @kangsodiq: kisah MEJA ala akun atheis by @BRUTALLlTY http://chirpstory.com/li/40626

Argumen asal: saya sedang menunjukkan kekonyolan prilaku pencipta teis (kalau memang ada), dengan menggunakan perumpamaan. Perumpamaan yang saya gunakan adalah pembuat meja yang sedang marah sama ciptaannya sendiri yang cacat (meja). Tapi lawan bicara menggunakan analogi itu ke luar konteks dan mengalihkannya ke isyu penciptaan. Kekacauan berpikir yang dilakukan oleh lawan bicara adalah: menggunakan analogi penciptaan meja >> mengakui hipotesa penciptaan. Prilaku ini indikasi kuat adanya keputus-asaan argumentasi. Menipu diri dengan membuat dunia argumen yang baru.

Jika Anda menggunakan analogi “doraemon pakai pintu ajaib”, sang lawan dengan keterbatasan intelektualnya akan nuduh: doraemon eksis :D Dan yang lebih parah, sang lawan yang menggunakan jurus strawman, biasanya memiliki sindrom Dunning Krugger :)

Dunning Krugger Effect : seseorang yang terlalu bodoh, untuk menyadari kalau dirinya sendiri bodoh :) Sindrom ini membuat sang penderita merasa menang, dan mengalami euphoria :)

Saya akan menghentikan debat dengan pengidap sindrom seperti ini, karena ada sebuah bahaya laten: kebodohan itu menular. Jadi sekian sharing singkat mengenai fallacy redherring/strawman. Silakan telaah bentuknya di page ini: http://chirpstory.com/li/40626 :)

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

 

Eratosthenes

Standard

Bukan cuma perkembangan sains terkini, di mana manusia menggunakan model, hitungan untuk membuktikan “imajinasinya”.

Pada abad ke 3 sebelum masehi, Eratosthenes merasa penasaran, ketika melihat matahari dan bayangan. Ia bertanya, kenapa tembok di Alexandria pada waktu yang sama mempunyai bayangan, dan di syene tidak berbayang sama sekali? Eratosthenes menghitung keliling bumi, berdasarkan observasi tersebut. Eratosthenes memperkirakan, karena bumi melengkung, maka bayang kedua kota tersebut mempunyai sudut yang berbeda. Ia memakai rumus geometri sederhana untuk membuktikan kemiringan tiang-tiang batu itu.

Tidak ada bayangan di Syene, pada hari pertama musim panas. Atau tidak ada sudut sama sekali. Sedangkan, di Alexandria berjarak 70. Sudut 70 antara dua kota itu, adalah 1/50 lingkaran. Jadi, Eratosthenes mengkalikan 800km (jarak kedua kota) dengan 50 dan mendapatkan 40.000 km.

Apa yang Eratosthenes lakukan, pada saat itu, bagi masanya adalah seperti hal yang tidak mungkin untuk menghitung keliling bumi. Tapi apa yang dilakukannya, berdasarkan observasi dan hitungan matematis. Bukan sesuatu yang dia “khayalkan”. Dan dia membuktikan dirinya sebagai cendekiawan kelas 1, karena keliling bumi tepatnya adalah 40.061 km.

Orang dulu liat Aritosthenes, kayak @justmyself1307 sekarang ngikutin perkembangan sains. Mikirnya, itu hasil ngigo. Di mana, hal-hal tersebut sebenarnya punya dasar.

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/