Sejarah Ditulis Oleh Pemenang

Standard

Yang pasti kalo mau tau “sejarah ditulis oleh pemenang”, banyak contohnya di sejarah dark ages. Misalnya kata “gothic”, “vandalisme”, “barbarian”, itu beda dengan arti umum yang sekarang. Mirip dengan kata “anarki” yang diartikan beda, yang sekarang malah diartikan sebagai chaos.

Kalo denger kata gothic, itu asalnya dari kata goth. Nama (suku) bangsa: visigoth dan ostrogoth. Grup yang kalah. Vandalism juga sama, asalnya dari suku bangsa Vandals. Juga grup yang kalah. Barbarian agak beda sedikit. Kata “barbar” ditujukan ke orang-orang yang gak berbahasa Yunani. Non warga negara. Kata barbar itu mirip dengan kata “kafir” di bahasa Arab atau “ghoyim” di bahasa Ibrani/Yahudi.

Kata-kata tersebut sekarang konotasinya jadi jelek. Padahal kalo mau liat sejarah, para grup tersebut tidak jelek sama sekali. Vandals, goths, barbarians, mereka adalah orang-orang yang kalah dalam sejarah. Mereka yang awalnya direbut tanah dan haknya. Bukan orang-orang yang bengis, tapi orang-orang yang terpaksa berperang karena bertahan (perpetuator). Perubahan makna katanya mirip dengan kata anarchy (an+archos). Maknanya jadi jelek di tangan yang berkuasa/menang.

Banyak perdebatan soal dark ages, mengenai siapa salah, siapa yang mulai duluan, dll. Tapi temanya sama: Kekuasaan. Faktornya juga banyak dalam stagnansi sains. Faktor agama (kristen) gak berdiri sendiri, walaupun jadi faktor dominan. Karena durasinya lama banget dan banyak banget yang terjadi, para historian bagi dark ages jadi 3 bagian. Itu pun dibagi-bagi lagi.

Awalnya perpindahan empire, dari Yunani ke Romawi. Lalu kristen jadi agama resmi. Anda mungkin take it for granted soal ganti empire di dunia, tapi itu bukan masalah kecil. Bisa jadi anda dan saya bakal jadi saksi mata. Kalo beruntung (atau sial?), anda dan saya bisa jadi saksi mata pergantian Empire, dari amriki ke Cina: http://flip.it/iD0Vb

Seperti itulah yang terjadi ketika Romawi ambil alih adikuasanya Yunani di dunia, dimulai dari menangnya surplus dagang. Bayangin 100 taun lagi, di sekolah-sekolah di dunia bukan bahasa Inggris yang diajarkan, tapi Mandarin. Lengkap dengan kuas dan tintanya. Gak ada lagi Hollywood, Grammy awards. Sentral seni, budaya dan entertenmen perlahan pindah ke Cina. Berani bayangkan?

Itulah yang terjadi dengan agama kristen dan Romawi. Siapa menunggangi siapa, jadi gak jelas. Lembaran-lembaran kertas berganti jadi buku. Surat-surat bertema kristen yang awalnya ditulis dalam bahasa Greek diganti jadi Latin (Romawi).

Ada juga faktor-faktor yang lain dalam Dark Ages di eropa, mulai dari masa kelaparan rakyatnya sampe tentara Islam nye(b)rang eropa.

5 thoughts on “Sejarah Ditulis Oleh Pemenang

  1. apple

    Lagi- lagi referensi dari popular magazine, sekali- kali dari scholarly journal, mas.

    China overtakes USA itu baru FORECAST, belum ada yang tahu ke depan akan seperti apa. Denger2 dari pakar CNN, China terkendala dengan penduduknya yang homogen, beda dengan USA yang heterogen (datang dari berbagai negara). Satu lagi, China mengandalkan SDM murah, beda dengan negara- negara yang mengandalkan INOVASI. Beda antara INOVASI dengan COPYPASTE.

    Apa hubungannya materialisme dengan agama? Itu kan yang anda usung di blog ini? Agama itu hubungannya dengan kemuliaan akhlak. Apa gunanya kekayaan yang diambil dengan cara MENINDAS dan MEMPERDAYA orang/ komunitas/ negara lain yang lebih lemah? Itu kebodohan atheist seperti anda, segala sesuatu anda nilai dari MATERI dan dicocok2kan dengan NALAR anda yang masih cetek.

    Kalau ada orang beragama yang berakhlak rendah, artinya orang tersebut tidak mempelajari agama secara keseluruhan dan cenderung mengikuti nafsu.

  2. tracker

    Apa begitu juga yang terjadi dengan komunis di Indonesia? Karena komunis kalah di tangan “Nasionalis”, komunis jadi “jelek di tangan penguasa”?
    Hindu juga “kalah” oleh islam di Indonesia, sehingga Islam menoreh sejarah dan Hindu menjadi “jelek di tangan penguasa” ?

    Nasionalis yang menang, nasionalis jadi “benar” dan berhak menulis sejarah sesuai dengan interpretasi kaum nasionalis? Islam juga “menang” dari Hindu sehingga berhak menulis sejarah sesuai dengan interpretasi Islam sebagai pemenang. Begitukah maksudnya?

    Oh iya, dengan “sesuai dengan interpretasi -” maksudnya adalah “sekehendak hatinya”. Hanya diperhalus.

  3. agamajinasi's fans

    lengkap dengan semua komentar di dalamnya, blog ini sudah aku cetak jadi buku….

    thank bro, ini benar-benar kitab suci buat saya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s