Ngitung Ngitung Untung Rugi

Standard

Apa untungnya jadi ateis? Apa ruginya jadi ateis? Ini pertanyaan kelewat basi yang masih aja suka dipajang dengan konsisten. Menurut saya, pertanyaan ini biasanya dipake kalo udah nyerah nggak bisa ngebuktiin keberadaan tuhannya.

Sungguh sempit, pemikiran seperti ini. Sepanjang hidupnya cuma jadi pengemis surga. Lebih sempit lagi, dia bahagia kalo semua yg di luar PT agama masuk neraka. Demi memuaskan egonya mengenai tuhan.

Untung jadi ateis, nggak kayak teis yg sepanjang idupnya nggak ada kerjaan lain selain nyembah Tuhan. Gimana kalo saya masuk neraka? Saya mau nanya balik, gimana kalo yang membawa Anda ke surga bukan agama Anda tapi agama tetangga?

Advertisements

Live your own life

Standard

Live your own life. Answer your own question. Fight your own battle.

Sampaikan Pada Tuhan Allahmu

Standard

Aku percaya pada kemanusiaan. Individu yang bebas dan terbebas dari batasan. Hubungan antar manusia, yang sedang terjadi. Tak ada gunanya kau bercucuran air mata dan berdoa penuh hayat, jika kau nistakan, rendahkan kemanusiaan. Tuhan terlalu sombong. Ia tidak ada hubungannya dengan kehidupanku. Ia hanya bertahta di tempat tinggi dan menolak dijamah.

Kau baktikan hidupmu kepada Tuhan, tapi kau gadaikan nyawamu, nyawa orang lain, demi surga yg tak pernah kau lihat. Aku percaya, surga ada pada masa sekarang. Bukan setelah mati. Aku yg memberi makna pada kehidupan dan kebahagiaan.

Simpan saja rasa kasihanmu. Aku tidak membutuhkannya. Siapa dirimu, dan punya hak apa untuk menentukan nasibku? Tuhan allahmu bahkan tidak pernah menyeretku, masuk ke alam siksa miliknya. Lalu, kenapa kau berkeberatan?

Ketahuilah. Bahwa pada hari itu di mana kau berada di surga, aku akan dengan bangga & bahagia tinggal dan membusuk di neraka.

Balada Ganti Logo PMI

Standard

Waspadai, Palang Merah Indonesia. Karena itu adalah upaya kristenisasi. Jangan pernah mau ditolong oleh PMI.

Matematika, harus dilarang di sekolah sekolah. Lambang “+”, adalah upaya kristenisasi sejak dini. Lambang “+” harus mulai diganti jadi bulan sabit. Ahli matematika Muslim, dulunya sering memakai lambang bulan sabit. Tapi, Barat seringkali mencuri ide para ahli matematika Muslim, dan menggantinya dengan “+” demi kristenisasi.

Bahkan ateispun, telah mengakui tanda “bulan sabit” sebagai lambang penambahanan sebelum “+”. Dan semua orang sudah ditolong oleh bulan sabit merah indonesia, yang nagkring kayak cabe rawit. Subahanalah. Man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum. Siapa sama dg mereka masuk golongannya.

Tolak PMI! Tolak tanda “+” matematika!

Mata ini baru saja menelan bintang

Standard

Cahaya menerobos kehampaan langit. Menembus awan tipis, menghujam lensa mataku. Mata ini baru saja menelan bintang.

Sorot jutaan tahun cahaya, mendobrak langit. Menghantam bumi. Mataku baru saja menangkap benda berumur jutaan tahun.

 

sumpah serapah

Standard

Tuhan yang kagak becus perlu dikasih hio, kembang 7 rupa, menyan, kasih bingkai emas, dan ketololannya yang rupa rupa.

Tuhan yang maha tapi nggak becus itu seharusnya dikentututin, diketawain, dikencingin, diberakin.

Gak usah repot-repot berdoa, Tuhanmu gak mendengarkan doamu…

Gak usah capek-capek beribadah, Tuhanmu gak memperhatikanmu…

Gak usah repot-repot beragama, Tuhanmu gak ada.. Dia cuma sosok imajiner.

 

Di indonesia, tak percaya Tuhan, hukumannya penjara. Hanya idiot yang berpikir, bahwa ide bisa diberangus di kakus penjara. Sumpah serapah aku tujukan kepada fasis fasis yang terberkati, yang mengaku hanya 1/8 level di bawah Tuhan. Orang yg sok toleransi “gak mau jelekin agama lain” itu seperti orang yg membela penjahat yg bikin dirinya sekarat. Orang-orang idiot ini terus aja bertanya: ngapain sih jelekin/nyerang/pusingin agama? Yang penting urus diri sendiri. Saya ulang lagi: ketika agamamu merebut kebebasan dan merusak kenyamanan hidup saya dan banyak orang, ia jadi agenda politik saya! Bom bunuh diri, bacok-bacokan antar agama, perpecahan dalam keluarga, bakar-bakaran, semua karena agama. Dan kau bilang, saya diam saja?

Buka matamu, liat sekelilingmu, ada ketegangan dibalik senyum. Perang antar agama bisa pecah kapan saja, dan kau masih sok toleransi? Kalau kau muslim, ya jelas kau bisa sok toleransi karena kau yang berkuasa di bumi Indonesia. Semua takut padamu. Keberadaan masing-masing agama saja secara default sudah otomatis menghina agama lainnya. Jadi jangan banyak bacot. Kalo saya yg gak puasa jadi harus ikut puasa karena warung semua harus tutup, apa bukan hak saya untuk komplain?

Dan aku masih di sini, dengan mimpi yang sama.

Standard

 

 

 

Dunia masih berputar, aku masih berpijak di tanah yang sama. Dikelilingi oleh ketololan yang sama & kebusukan yang sama.

Sampai kapan, kita tidur, tak sadar diperkosa oleh orang yang sama. Secara resmi dibodohi, tanpa perlawanan sedikitpun.

Masih dengan omong kosong yang sama, Tuhan imajinatif yang sama, penipuan yang sama.

Tuhan dan nabinya yang kampungan menurunkan dan menularkan racun serta kegilaan yang sama secara turun temurun.

Pikiran kita diambil alih oleh harapan kosong yang sama, dongeng yang sama, buku usang yang sama, manusia yang sama.

Dan aku masih di sini, dengan mimpi yang sama.