Transenden dan Imanen

Standard

Agama-agama berusaha mengenal dan memperkenalkan tuhan yang sifatnya transenden dan imanen. Yang jauh dan yang dekat.

Transenden artinya tuhan elo melampaui alam semesta dan juga melampaui pemikiran elo. Gak bisa dijangkau.

Imanen artinya tuhan elo usaha PDKT ke elo. Bisa lewat bayi ajaib kaya yesus atau suara-suara di gunung sinai atau gua hira. Supaya -katanya- akhirnya umat bisa mengenali tuhannya.

Kalo elo cuma mengakui yang transenden, artinya elo gak bisa klaim tuhan itu yang kaya gimana. Entitas dan sifat-sifatnya mustahil diketahui. Cuma bisa nebak-nebak alias hipotesa dan asumsi, (mungkin) ada tuhan. Tapi siapa dia, bagaimana dia, mustahil diketahui.

Nah elo sebagai teis, tau tuhan dari mana? Wahyu kitab suci? Berarti konsep tuhan elo itu juga imanen. Masuk ke dimensi ruang dan waktu. Kalo masuk ke dimensi ruang dan waktu, itu artinya tuhan elo MESTI punya tempat atau wadah untuk mewahyukan dirinya. Kalo ada orang islam atau kristen ngeklaim tuhannya gak nempatin ruang dan waktu dan MUSTAHIL dijangkau oleh pemikiran manusia, mesti dipertanyakan imannya, apakah imannya sesuai seperti yang diajarkan oleh agama/kitab sucinya.

Kalo cuma tuhan transenden, jadi siapa dong yang ngasih wahyu di gua hira, gunung sinai, atau inkarnasi jadi yesus? Apa itu si Setan? XD

Kalo tuhan elo cuma transenden, ya selesai semuanya. Gak ada konflik Palestina, jihad bom bunuh diri, atau penginjilan pake indomie. Kalo elo ngaku tuhan itu cuma transenden yang mustahil dijangkau, iman elo gak beda jauh sama keateisan gue.

14 thoughts on “Transenden dan Imanen

  1. dark sinichi

    bro sy bisa minta referensi judul buku atau ebook yg anda jadikan rujukan sgla hal ttg ateis, dan apa pndapat anda ttg teori evolusi darwin yg terbantahkan oleh harun yahya? sorry klo oot dr topik diatas sy mw nanya dtwitter nda bisa. makasih

  2. Megtroy777

    Saya megtroy

    Mod:
    Nah elo tau tuhan dari mana? Wahyu kitab suci? Berarti konsep tuhan elo itu juga imanen. Masuk ke dimensi ruang dan waktu. Kalo masuk ke dimensi ruang dan waktu, itu artinya tuhan elo MESTI punya tempat atau wadah untuk mewahyukan dirinya. Kalo ada orang islam atau kristen ngeklaim tuhannya gak nempatin ruang dan waktu, mesti dipertanyakan imannya.

    Meg:
    Konsep tuhan (pencipta bigbang) dalam alkitab yang saya tahu adalah infinity. sama seperti konsep ruang infinite. Kalau anda menarik kesimpulan tuhan menurut saya sama seperti ruang semesta yg infinite ini, gak masalah…ini hanya problem definisi saja tentang tuhan. Alkitab tidak mendukung konsep tuhan diluar ruang semesta dan logika berpikir.

  3. tamina

    komentar keluarga tentang pilihan kamu jadi atheis apa? susah kalo tinggal di keluarga yang religius banget untuk ngaku atheis atau keberatan untuk ngelakuin ritual agama….

  4. TONY ISAAC

    didunia ini tidak ada atheis murni hehehe…. lebih tepatnya menolak adanya Tuhan yang adalah Sang Pencipta dari segala2nya.
    “an atheist is a man who looks through a telescope and tries to explain what he can’t see”
    “seorang atheis adalah seorang yang melihat melalui sebuah teleskop dan mencoba menjelaskan apa yang tidak bisa ia lihat…

    didalam jiwa manusia tetap ada “ruang kosong” dimana ruangan kosong ini hanya dapat di isi dan dihadiri oleh Tuhan, Sang Pencipta.

    • Dinnu

      Kalo yg dibilang Ateis itu ga ada yg murni..hhmmmhh mungkin ya.
      Menurut gw ateis adalah sikap penyangkalan terhadap keberadaan tuhan. Artinya tuhan sebagai konsep acuan yg di antitesakan.
      Pemahaman begitu emang menjadikan makna ateis ga berdiri sendiri krna argumen A berada setelah argumen TEIS.
      Tetapi bagaimana kalau ada konsep mandiri tanpa acuan penyangkalan terhadap keberadaan teis?
      Konsep yg berdiri sendiri dan memiliki argumentasi tentang apa yg menjadi “subyek penyebab”.

      Saya tidak pernah percaya tentang keberadaan tuhan imanen,transenden,beretika,sumber moral,sumber nilai,sosok dll..dan saya sama sekali tidak menyebut sesuatu yg menjadi penyebab kosmik n menjadikan segala sesuatu berjalan adalah ‘tuhan’..saya lebih suka menyebut sesuatu itu sbg ‘subyek penyebab’..dan saya meyakini hal tersebut bukan sosok melainkan suatu mekanisme.

      Namun saya menolak dikatakan ateis, apa yg saya yakini adalah isme saya sendiri tanpa embel2 teis karena saya tidak menggunakan teis sebagai tesis.

    • Dinnu

      Dan soal “ruang kosong” dalam jiwa manusia ya memang ada. Tetapi bukan selalu tuhan utk mengisinya. Ada banyak bentuk dogma atau aksioma,tetapi semua itu esensinya adalah rekayasa psikologi. Sesuatu hal yg di disain utk dipercayai secara buta sebagai media pelarian gejolak yang masuk ke dimensi bawah sadar manusia. Apa pun bisa menjadi pengganti tuhan dalam ruang kosong tersebut selama kita mampu memanipulasi kemampuan sadar dan menanam kuat bahwa hal tersebut patut dipercayai sepenuhnya tanpa keraguan.

      Selama sesorang yakin kaleng kerupuk bisa dipercaya sepenuh diri dan ga bertentangan dengan dimensi sadarnya, orang tersebut bisa saja memuja kaleng kerupuk.

  5. @justmyself1307

    Jadi percaya tuhan yg transeden gak jauh sama ke ateisan lo? Ke ateisan atau ke agnostikan?

    Percaya ya beda sama gak percaya.

    ‘gak tau’ tp percaya, sama ‘ga tau’ tp ga percaya – baru bs dibilang gak jauh, sama2 agnostik.

  6. me

    kenapa ada alam mimpi?
    bgmn kita msuk ke dlmnya?
    dimana alam mimpi. kenapa kita tdk mudh menjangkaunya? apk setiap tidur kita bermimpi?
    dimanakah dunia hayalan dan imajinasi itu? bisakah kau menjangkaunya?
    ada, ttp tdk terjangkau.
    sesuatu di luar logika ada.
    bgmn dg perasaan cinta, sedih, senang, suka, kecewa, patah hati? semua itu ada, tp kita hanya bs merasakannya. tdk bs tersentuh, bgmn ia datang? bgmn kegembiraan yg menyebabkan suka dn senang itu datang?
    ada sesuatu yg ada dn melebihi logika.

  7. DonBro

    jangan cuma baca2 teori orang yang gak elo kenal, dan elo cuma mangut – mangut gak jelas kayak mainan diatas dashboard mobil. elo bukan mainan.
    gak semua yang ada dialam ini bisa dijelasin oleh manusia. manusia itu kecil, mikro organisme terkecil aja masih kalah kecil sm manusia. apalagi pikiran manusia itu sendiri yang dibilang logika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s