Injil Adalah Kebenaran?

Standard

Walaupun gue gak percaya isi injil, gue gak bakal gegabah bilang injil itu palsu. Karena gue bakal dituntut untuk kasih liat yang asli. Beda dengan menolak percaya klaim soal tuhan itu ada. Penolakan itu bersifat negasi. Masalahnya memang injil sudah terlanjur dimention dalam quran. Tidak ada cara yang lebih bagus daripada bikin klaim kalo injil yang sekarang palsu. Karena sudah terlanjur dimention dan diagung-agungkan dalam quran, tidak mungkin untuk menunjukkan inkonsistensi dalam alkitab. Jadi seperti bunuh diri.

Bagaimana dengan ateis, apakah sama seperti muslim melihat injil? Tentu tidak, walaupun sama-sama tidak beriman dengan isinya. Masalahnya, apakah jaman muhammad informasi soal injil itu dikompilasi konsili sudah jadi pengetahuan umum atau belum. Kalo sudah, apakah injil bakal tetap di-mentioned dan diagung-agungkan di dalam quran?

Bahkan sebelum kanonisasi, penulisan surat-surat dalam alkitab sendiri sudah bermasalah. Misalnya surat “2 Petrus”, sudah tanda tanya siapa yang nulis (pastinya bukan Petrus) sejak jaman Origen, salah satu bapak gereja. Tapi surat tersebut akhirnya masuk ke alkitab di jaman Jerome, salah satu bapak gereja lain, yang hidup 100 taun setelah Origen.

Atau surat Paulus ke jemaat Efesus. Isinya tentang kebenaran (1:13, 4:24, 6:14). Ironisnya, yang nulis itu bukan Paulus tapi ngaku jadi Paulus!

Terus kok bisa surat-surat semacam Efesus atau 2 Petrus masuk kanon? Karena konsensus konsili, yang yakin isinya gak nabrak sama surat-surat lain.

Kalo siapa di balik surat-surat dalam alkitab aja bermasalah, gimana dengan cara penulisan? Sama aja, juga bermasalah. Harus diingat jaman 1500-2000 taun lalu beda sama sekarang. Belum ada mesin printing. Tingkat buta huruf masih tinggi. Cara memperbanyak naskah pake cara kuno: salin manual. Istilah untuk orang yang salin: scribes, sesh (mesir), atau sofer (yahudi). Yang jadi salah satu masalah, scribes ternyata gak mesti melek huruf. Wong cuma nyalin naskah kok.

Varian masalahnya: scribes yang buta huruf nyalin naskah yang juga copy dari naskah original yang juga disalin sama scribes buta huruf. Jadi kalo copy pertama beresiko salah salin, bayangkan hasil dari copy kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Masalah tersebut juga bercampur dengan masalah tradisi oralnya Yahudi (תורה שבעל פה, she-be’al peh). Tradisi timur tengah yang megharuskan hapalan.

Makanya saya pernah bilang ngapalin dalam islam itu warisan dulu, sekarang jaman internet dan mesin printing udah gak kepake. Dulu itu kudu ngapal walaupun elo buta huruf. Dan kertas masih belum dicetak massal dan murah kaya sekarang. Dulu pernah gak waktu kecil mainan sampain pesan dari satu orang ke orang-orang berikutnya lalu dicek bagaimana pesan yang diterima orang terakhir? Yup, resiko salahnya gede. Itulah yang terjadi ketika tradisi oral dilakukan dr satu generasi ke generasi berikutnya.

Orang kristen biasanya pake ayat ini untuk membenarkan sifat ilahinya alkitab (circular reasoning): http://bit.ly/V8xBc5 . Dengan kronologis ayat tersebut ditulis sebelum kanonisasi, plus masalah-masalah yang saya sebuntukan tadi, apakah injil masih bisa dipegang jadi kebenaran?

3 thoughts on “Injil Adalah Kebenaran?

  1. elsa fabiola

    Terus anda bisa pastikan klo quran itu asli ?? Kan dlu ga ada mesin Tik atau komputer, jadi sama aja donk harus disalin jga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s