Tuhan Yang Jauh Tapi Dekat

Standard

Menjawab perihal justifikasi eksistensi tuhan dengan macam-macam analogi dan argumen:

Jangan bilang tuhan di luar dimensi kita. Karena agama elo klaim tuhan pernah masuk ke dimensi kita. Ada gua hira. Ada kandang domba. Elo mau bilang tuhan itu jauh dan tuhan itu dekat? Teruslah jualan. Ketika ditanya mana tuhan, dibilang gak observable (jauh). Ketika dibilang gue gak percaya, dibilang tuhan ada di hati (dekat).

Gravitasi, listrik gak ada bentuk dan wajah. Tapi bisa diukur, ada konstanta. Lah tuhan elo? Gue gak beli konsep tuhan jauh dan dekat. Itu justifikasi jualan ala jual kecap. Dualisme maksa. Sama maksanya ketika bilang yesus tuhan dan yesus juga manusia. Nutupin loopholes. Sama maksanya waktu bilang FPI itu oknum dan FPI itu islam. Nutupin loopholes, ada jawaban tiap kali pertanyaannya diganti.

Yesus tuhan, yesus manusia. Tuhan 1 tapi tuhan juga infinite. Kecap ini paling murah tapi kecap ini kualitas impor. Belajarlah dari tukang kecap. “Ini murah dan kualitas impor.” Gimana bisa murah tapi kualitas impor? Gak penting, pikir si tukang kecap, yang penting elo beli :)

Yesus tuhan dan yesus manusia. Gimana bisa jadi tuhan dan jadi manusia? Gak penting! yang penting elo beli :)

Gimana caranya bisa angka 1 tapi juga infinite? Gak penting! yang penting elo beli :)

 

Sama kaya bilang FPI itu oknum (kalo ada yang gak suka FPI). Tapi bilang juga FPI itu islam (karena -katanyaaa- memerangi kemaksiatan dan kemungkaran).

Elo dilatih agama elo untuk tetap punya justifikasi di setiap pertanyaan yang beda? Yah 11 12 deh sama politisi :) Waktu jadi presiden “rakyat kita makin sejahtera!” Begitu jadi oposisi “rakyat kita makin miskin!” Dasar politisi! :)

Gak beda deh sama agama. Kalo untungin, klaim! Kalo rugiin, salahin pihak lain! yang penting ada justifikasi. Jadi kalo elo klaim soal gua hira dan kandang domba, yah boleh dong gue minta tuhan elo buktiin eksistensinya ke gue?

Konsep tuhan sebagai tuhan yang imanen dan transenden itu bukan monopoli 1 agama aja. Hampir di tiap agama ada konsep serupa. Kaya gue pernah bilang dulu, belajarlah dari agama kalo elo mau jualan intangible products. Laris manis deh :) Tapi ati-ati kalo ada customers yang mikir semua justifikasi elo kok jadi bertolak belakang. Bisa ketauan rahasia elo :)

Jauh tapi dekat, awal tapi akhir, murah tapi kualitas impor, tuhan tapi juga manusia, pemurah tapi ada neraka. Hmmm…

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s