“Torah law”

Standard

Menjawab isu seputar fundamentalis yang demen main larang dan korelasinya dengan jaman modern:

Kalo orangnya udah sakit jiwa, tiang pagar bentuknya salib aja dibilang penistaan agama. Kenapa saya bilang sakit jiwa? Karena delusi yang diciptakan dan dibangun oleh kitab suci agama. Makanya saya dukung orang-orang seperti @fahiraidris atau para pendekar di #indonesiatanpaJIL

Karena mereka inilah yang sudah dan akan terus membuktikan bahwa omongan saya selama ini benar adanya. Beri mereka panggung dan toa yang lebih besar. Terbalik dengan harapan mereka, eksistensi mereka akan menghancurkan agama mereka sendiri.

Mereka maen larang dan hancurkan. Belajar dari nabi sih yah :) Sama, suharto juga maennya begitu. Sebaliknya, sekularisme tidak melarang mereka bicara. Biar orang-orang tau dia agamanya apa sehingga yang beragama sama merasa malu. Jadi buat @fahiraidris dan para pendekar di #indonesiatanpaJIL, teruskan perjuangan kalian di jalan Allah. Saya dukung! :)

Belajar dari sejarah, ideologi apapun kalo maen larang bakal hancur dengan sendirinya. Berlawanan dengan ide-ide dari kitab suci, manusia punya kemampuan untuk memilih mana yang terbaik buat dirinya.

Apa smartphones maen larang-larang orang untuk gak pake hp dari kompetitornya? Gak tuh. Mereka cuma bikin produk yang lebih bagus. Kalo agama elo emang bagus, gak usah maen larang pun orang bakal milih agama elo kok. Kalo ajaran agama elo bagus, gak usah maen larang baca buku X atau nonton film Y pun orang-orang gak bakal peduli sama buku dan film tersebut kok.

Gak pernah kan elo liat iklan blackberry yang teriak-teriak “jangan pake android atau iphone! Mereka sesat!”? Karena bakal rugiin blackberry. Dengan iklan seperti itu, selain nunjukkin produk yang inferior, justru bikin orang penasaran dan pengen tau lebih jauh soal apa yang dilarang. Makanya ada yang disebut “torah law”. Bukab 600 lebih hukum taurat seperti dalam alkitab, tapi istilah kontemporer.

“Torah law” (tanda kutip) adalah prinsip yang datang dari aplikasi hukum taurat: Semakin dilarang, semakin dilanggar. Kekristenan dapet pelajaran berharga dari pengalaman pahit soal “torah law” ini. Islam kapan? Sampe kapan Islam bakal teriak-teriak larang peredaran buku, film, bahkan larang orang untuk keluar dari Islam?

Ada komentar “Tapi umat Islam itu harus dijaga supaya bisa milih mana yang baik.” Cuma agama yang perlakuin konsumennya kaya anak kecil, maksa dan main larang. You treat them like kids, they will keep acting like kids. Ketika umat atau “konsumen” anda perlakukan seperti anak kecil, di era yang modern ini, prinsip tersebut bakal jadi senjata makan tuan. Makin anda larang, makin banyak yang nanti melanggar larangan anda.

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s