Ranah Publik dan Privat

Standard

Kadang orang beragama (trutama samawi) sering ga tau pengertian antara ranah publik dan privat. Saya pernah diskusi ini antara sesama ateis. Apa karena agama mereka mengajarkan syiar/penginjilan (yang berarti invading ranah private) atau apa, saya kurang ngerti.

Seperti di twitter, defining ranah private itu dengan “report as spam”, bukan dengan “report because they’re atheists/muslims/christians.” Dikasih juga feature block atau mute. Bukan untuk ngebunuh akun orang, tapi untuk menjaga ruang private di akun/TL Anda.

Apa yang saya twit gak bakal masuk ke TL Anda kecuali Anda memutuskan untuk follow saya. Itukah ranah private saya dan Anda. Beda dengan yang pernah saya twit mengenai adzan pake toa/speaker. Ada orang-orang yang gak mau denger tapi terpaksa denger. Nah itu ranah publik.

Atau pintu rumah Anda digedo-gedor sama orang yang bawa alkitab mau nginjilin. Nah di situ ranah private Anda sedang diinvasi. Jadi tolong bedakan antara saya twit di TL sendiri dengan orang teriak-teriak adzan pake toa atau orang gedor-gedor pintu mau nginjilin. Bedanya jelas.

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

One thought on “Ranah Publik dan Privat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s