Pareidolia

Standard

Manusia berusaha menghubungkan titik-titik. Dan itu gak salah. It’s in our genes. Orang pake jas, dasi, necis. Kesimpulan umum: orang kaya/ orang penting. Tapi apa bener? Belum tentu. Sebelum menghubungkan titik-titik, orang mungkin mikir: bagaimana menghubungkannya? Pake kausalitas, seperti butterfly effect?

Tapi sebelum ke sana, dari mana kita tau titik-titik tersebut adalah nyata? Atau jangan-jangan dugaan dan rekaan kita sendiri? Apa titik-titik” tersebut sebenarnya gak ada, cuma rekaan kita sendiri? http://www.geekosystem.com/things-that-look-like-faces-pareidolia/

Apa itu pareidolia? Bagaimana kerjanya? Apakah fenomena pareidolia gampang diidap kaum beragama? http://m.theatlantic.com/technology/archive/2012/08/pareidolia-a-bizarre-bug-of-the-human-mind-emerges-in-computers/260760/

Apa sebenarnya yang kamu liat sebenarnya random/gak signifikan, ketipu sama otak kamu yang memberi value ke titik-titik random tersebut? Kamu melihat apa yang kamu mau liat. Buat islam, gue kaya kristen. Buat yang kristen, gue kaya muslim. Dikasih value biar signifikan.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s