Organisasi Ateis Dilarang?

Standard

“Organisasi ateis” yang (katanya) dilarang di Indonesia itu cukup rancu dan tidak jelas batasannya. Ada organisasi di luar negeri, yang mempertanyakan tahayul, dan iman buta. Ini juga bagian dari gerakan freethinker atau ateisme. Ada juga, organisasi yang memperjuangkan hak perempuan yang dieksploitasi dan digobloki agama habis-habisan.

Salah kaprah di Indonesia, bahwa ateis itu tujuannya cari pengikut. Sebenarnya bukan itu. Tapi bagaimana supaya kita bisa terbebas daripada tahyul, iman buta, termasuk kefanatikan terhadap agama.

Contoh kecil saja: di Indonesia. Seorang homosexual atau lesbian dikucilkan di masyarakat. Tidak ada yang membela hak-haknya. Atau, bagaimana mereka yang tidak dilindungi hak haknya, malah dibantai dengan alasan penodaan agama. Jika suatu waktu, di Indonesia ada ateis yang membuat organisasi non profit, seperti RD Foundation for Reason and science, masa organisasi yang mendukung pemikiran kritis, dan support masyarakat agar mempelajari ilmu bukti nggak boleh juga?

Tapi organisasi kayak FPI, yang pake parang dan api, malah dipelihara.Intinya, di Indonesia, bukan apa tujuan organisasinya, tapi percaya pada siapa, orang-orang di dalam organisasinya. Makanya yang seliweran malah orang orang yang bangga sama kegoblokannya. Dan kegoblokannya malah dipamerin ke mana-mana.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s