Natal dan Santa Klaus

Standard

Perayaan kaya natal? Gak ada, emangnya agama :p “@JuanGreece: @Agamajinasi min perayan Atheis kapan ?”

Kalo mau jadi kristen puritan, ya jangan ngerayain natal. Esensinya udah kabur dan di dalamnya udah campur kaya gado-gado XD Tapi kalo pentingin kebersamaan dan perayaan, natal itu seperti acara bareng buat siapapun di seluruh dunia.

Justru yang bikin natal jadi acara global karena pesan inklusif lewat pernak perniknya, bukan lewat ajaran agamanya. Pernak pernik natal maksudnya seperti mulai dari lampu natal, pohon natal sampe kartu selamat natal. Itu yang dulu saya pernah bilang, kenapa sekarang kristen berpusat di Eropa/Amerika, karena asimilasi dan akulturasinya dari sana.

Misalnya soal lampu natal yang kelap kelip menghiasi pohon natal, itu asalnya dari perusahaan telepon di Amerika taun 1822. Model lampu begitu dipake untuk jawab telpon yang masuk. Makanya jadi kelap kelip. Akhirnya dipake untuk acara natal. Tradisi-tradisi pagan seperti saturnalia, winter solstice atau yule juga diadaptasi dalam perayaan natal. Tradisi-tadisi pagan tersebut intinya simpel, untuk ngisi waktu karena gak bisa bertani (musim dingin) dan kurang makanan untuk ternak. Akhirnya ternak dipotong dan dimasak, daripada dibiarin mati kelaparan. Berubah jadi perayaan dan pesta. Atau soal Santa Klaus, yang image-nya gabungan dari karakter-karakter, mulai dari St. Claus, Elf, sampe Dewa Odin (jenggot putih).

Santa Klaus skarang itu rekaan Clement Moore dalam puisi dia: http://www.carols.org.uk/twas_the_night_before_christmas.htm

Tapi original santa klaus-nya Moore itu masih cupu. Belum kompleks kaya mitos-mitos yang hasilnya seperti skarang ini. Maksudnya cupu; belom ada soal kutub utara, anak-anak kirim surat ke Santa Klaus, atau dia pisahin mana anak yang baik/nakal. Yang perbaikin image santa klaus itu si Thomas Nast. Dia bikin image Santa jadi tinggi, gendut, jenggotan, kaya seorang kakek. Thomas Nast ini ilustrator tenar di sejarah amrik. Dia yang bikin image Uncle Sam, plus gajah dan keledai yang wakilin 2 partai di amrik.

Kenapa konsep santa klaus ini memikat? Karena targetnya anak-anak. Soal tuker, kasih atau surprise hadiah di bawah pohon natal. Kalo udah menyangkut anak-anak dan hadiah, akhirnya temanya jadi universal. Semua juga seneng ikutan.

Umat kristen banyak yang tau soal mitos 25 Desember. Buat mereka itu gak esensial. Walaupun ada juga yang gak rayain di tanggal tersebut. 1-200 taun terakhir informasi udah makin open dan tercatat. Sejarah santa, lagu-lagu natal, kartu natal pertama, dll bisa dicari. Beda dengan 1-2000 taun lalu, kalo informasinya gak jelas, bilang aja dari tuhan. Mau itu di kandang hewan atau gua hira.

Natal jadi contoh bagus gimana (perayaan) agama itu konsepnya berubah dan berkembang, karena memang ciptaan manusia. Seperti ateis ex muslim yang kangen lebaran, ada juga ateis-ateis ex kristen yang kangen natalan.

Apa kalo gitu agama bawa hal bagus? Gak juga. Yang dikangenin yah hal-hal romantisnya, hal-hal kebersamaannya. Gak harus nunggu lebaran untuk bisa ngumpul bareng dan makan opor ayam. Gak harus nunggu natalan untuk makan nastar bareng-bareng. Toh opor ayam dan ketupat gak tertulis di quran, sama seperti kue nastar dan putri salju gak pernah ada di alkitab.

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s