Menjadi Ateis di Indonesia

Standard

Ada banyak diskusi antara sesama ateis tentang bagaimana memberi solusi kepada non theis seperti Anda yang masih muda @Asmaharu

Di satu sisi, banyak ateis mendukung pemikiran Anda yang udah gak sreg lagi dengan agama… @Asmaharu

Tapi di sisi lain, Anda masih muda. Masih tergantung dengan ortu soal sandang, pangan, papan, … @Asmaharu

Yang lebih pelik, seperti kasus anda, kalo ada ortu yang ngancam kalo anaknya gak mau nurutin kemauan mereka @Asmaharu

Jadi gimana? Sepertinya malah jadi simalakama. Jadi catch 22. Ke kiri salah, ke kanan salah… @Asmaharu

Buat Anda yang masih muda (tinggal sama ortu), ingat keputusan Anda jadi ateis adalah keputusan besar dan berjangka panjang. Buat long term plan, kapan Anda lulus, kapan Anda bisa cari kerja/usaha, kapan Anda kira-kira bisa mapan/settle. Liat diri Anda 5-10 taun dari sekarang, kira-kira Anda akan ada di mana, punya karir apa, punya usaha apa, bahkan tinggal di mana.

Kalo saya boleh kasih saran, selama Anda masih belum mandiri, ya jangan terang-terangan membantah agama yang dipeluk ortu Anda. Tangan Anda masih di bawah. Walaupun konsekuensinya seharusnya tidak seberat itu, tapi Anda pasti ngerti ortu Anda gimana.

Jadi apa harus munafik? Oh gak. Justru waktu yang kamu punya sampe akhirnya kamu mandiri, adalah kesempatan besar buat kamu. Kesempatan untuk baca buku-buku agama ortu kamu. Baca-baca soal apapun yang kamu mau tau tentang agama atau sains. Kuatkan pondasi kamu. Jadi ketika kamu mandiri, landasan kamu untuk “terbang” udah kuat. Worst comes to worst, kamu gak diaku anak pun udah kamu siapkan.

Saya gak pernah nyuruh orang untuk loncat dari pesawat kalo dia gak ada parasut. Itu bunuh diri namanya. Udah ada parasut pun kalo dia gak tau cara pakenya ya percuma. Harus tau dulu cara pakenya gimana. Takut? Wajar. Pertama kali pasti takut atau was-was. You’re not alone. We’ve been there, we’ve done that.

Kalo Anda merasa sendirian atau butuh teman ngobrol, silakan kirim email. Ada juga grup-grup ateis yang kadang kopdaran, bisa join. Jadi jangan males/takut dulu. Karena waktu Anda sampe bisa mandiri itu, walau lama, adalah investasi untuk masa depan Anda. Pelajari big bang sampe evolusi, sejarah agama-agama dan bangsa-bangsa. Tonton film-film yang berisi mitologi atau yang “out of the box“.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

3 thoughts on “Menjadi Ateis di Indonesia

  1. babesmansa

    nanya:
    Kalo kita ntar mati, udah mati aja gitu? Misal aku ngebantai orang-orang sedesa, trus mati bunuh diri, trus udah aja jadi tanah?
    mohon penjelasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s