Konstruksi Sosial (Social Construct)

Standard

Banyak teis sering pake argumen yang gunain udara, emosi, dan semua hal yang gak keliatan untuk memvalidasi iman mereka.

Padahal kalau mau belajar social construct atau konstruksi sosial (#ks), argumen tersebut seharusnya udah mentah di awal diskusi.

#KS adalah teori yang dibangun berdasarkan observasi bahwa aspek-aspek di kehidupan kita adalah persetujuan atau konsekuensi kolektif. Kolektif artinya ide-ide tersebut atas persetujuan bersama. Kalo sering nonton Big Bang Theory, karakter Sheldon di situ suka bilang “social convention“, artinya paralel.

Contoh #ks itu ada banyak di sekitar kita, mulai dari air, uang, negara, batas negara, bahkan nama Anda sendiri. Penamaan benda-benda merupakan persetujuan bersama, #ks, seperti nama anda, yang diberikan, disepakati ortu Anda dan jadi nama legal. Seperti yang pernah saya bahas dulu soal nomenclature; manusia menamakan benda-benda dan hal-hal di sekitarnya.

#KS juga melihat bagaimana hal-hal invaluable jadi ada value karena PERSEPSI kita, seperti kertas: uang, akta lahir, bahkan ijazah atau KTP ;)

Tidak hanya itu, #KS juga melihat hal-hal abstrak bisa menjadi bermakna karena persetujuan KOLEKTIF, seperti negara, batas negara, bahkan… tuhan. Hal-hal abstrak tersebut bukan ada dengan sendirinya, tapi di-ada-kan. untuk kepentingan bersama pada waktu yang sama. Sekolompok orang membentuk desa, kota, perlahan menjadi negara. Dan pemimpin-pemimpinnya menentukan batas negara, berunding dengan negara-negara lain. Seperti kerajaan, negara bisa dibentuk, bisa juga runtuh. Wajar. Tidak ada lagi kepentingan bersama yang mengikat.

Begitu juga agama. Dengan adanya konsep 2500 lebih deiti, dewa dan tuhan, yang datang dan musnah dalam peradaban manusia, #ks semakin nyata. Jadi ketika Anda membawa-bawa tuhan dalam argumen, Anda sebenarnya hanya mengajukan satu konsep dalam teori #ks. Sama seperti ketika orang jatuh cinta. Buat Anda mungkin itu cinta, terasa nyata. Buat yang lain itu adalah kerja hormon, syaraf dan otak.

Pelabelan dan penamaan akan sesuatu hal akhirnya membuat orang bertanya. Kalo begitu, bagaimana dengan tuhan?

Apakah tuhan adalah apa yang Anda labelkan ketika Anda menangis atau bahagia ketika sedang berdoa dan puasa?

Apakah tuhan adalah hasil validasi akan sesuatu yang ingin Anda pegang dan percayai supaya tidak takut atau bimbang?

Ataukah tuhan adalah ketika seseorang meyakinkan Anda dengan kata-katanya yang diklaim berdasarkan wahyu ilahi?

Ataukah tuhan adalah justifikasi Anda ketika Anda tidak mampu merunut dan menjelaskan kejadian-kejadian yang sepertinya di luar logika anda?

Apapun itu, tuhan adalah hasil konstruksi sosial karena disepakati bersama. Definisi yang tidak datang dari langit, tapi dari manusia. Apapun itu, agama/tuhan Anda akhirnya akan berakhir seperti kerajaan-kerajaan, agama-agama, dan tuhan-tuhan yang sekarang hanya eksis di catatan sejarah.

Sumber:

1. http://oakes.ucsc.edu/academics/Core%20Course/oakes-core-awards-2012/laura-flores.html

2. http://www.smithsonianmag.com/science-nature/Why-Time-is-a-Social-Construct-183823151.html

3. http://www.academia.edu/1964384/The_Social_Construction_of_Religion_and_Its_Limits_A_Critical_Reading_of_Timothy_Fitzgerald

4. http://ebooks.cambridge.org/chapter.jsf?bid=CBO9780511612718&cid=CBO9780511612718A058

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s