Konsekuensi Anonim

Standard

Saya bersyukur kepada Tim Berners Lee SAW, sang pencipta WWW, sekarang gak perlu naro nyawa buat keluarin pendapat, paling kena suspend :D

Saya panjatkan puji dan sembah untuk Jack Dorsey, sang pencetus twitter, perubahan bisa terjadi karena 140 karakter :)

Kalau kamu mau vokal dan frontal di indonesia, SEHARUSNYA SIAP SAMA KONSEKUENSINYA. ini negara mafia, mob mentality jadi tren. Kalau gak, yah ambil jalur anonim, jangan ego dikipas-kipas sampe otaknya gak dipake.

Don’t get me wrong, ideally gue gak setuju Aan dipenjara. But at the same time, gue kesel liat kelakuannya yang gak pake otak. Juga dosen aceh yang dengan tololnya pasang status FB dukung israel. Udah tahu punya keluarga dan HIDUP DI ACEH. Minta bunuh diri?

So, kalau kamu gak siap sama konsekuensi, jadi anonim!

Cukup pendapatmu saja yang eksis, egomu gak perlu ikut. Musti ingetin terus di kepala, ini negara mayoritas orang bego yang keracunan agama. Orang pinter dianggap sesat dan dirajam. Negara yang kelamaan dibegoin dan dijajah, dari jaman belanda, jepang, orba, dan sekarang, sampe gak ngerti apa itu KEBEBASAN. Negara yang kelamaan dicekokin sama penguasanya, sampe orang yang ngajarin gimana caranya cari makan sendiri malah dibantai. Bangsa yang ratusan taun diperkacung oleh belanda, jepang, orba, pemerintah, dan agama. Gak bisa berdiri dengan kaki sendiri.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s