Keinginan Untuk Bertahan Hidup

Standard

Ada orang ngebom bunuh diri, pada usap usap dada, “masya allah, orang-orang itu pasti ateis”.

Ada yang nutup rumah ibadah, pada nangis “kok jaman sekarang, masih ada aja kelakuannya kayak nggak punya tuhan”.

Di mana kenyataannya, yang atheist malah menentang semua itu. yang bikin yang punya tuhan, yang disalahin siapa. Tipikal banget.

Sains dan kemajuan itu tidak dapat dipisahkan. Kemajuan teknik, kemajuan teknologi, industri. Kalau sains mundur, maka kemajuan-kemajuan teknologi dan teknik akan mundur juga.

Ambil contoh, banyak filsuf dan pemikir yunani kuno, yang menjadikannya sebagai bangsa yang maju dari segi ilmu pengetahuan. Phytagoras, salah satu contoh, matematikawan Yunani. Kita bahkan mempelajarinya juga di bangku SD, saat pelajaran matematika. Tapi, bagaimana sains dan ilmu pengetahuan mau maju, kalau kita terkekang oleh mitos? Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan di negara negara maju juga terjadi. Banyak sekali, pertentangan yang ada. Terutama dari kaum fundies.

Contohnya saja, masih banyak yang tidak bisa terima kalau manusia itu hewan. Memang mengesalkan, untuk terima bahwa manusia memang hewan. Dan untuk menerima ini, sayangnya mesti kita buang agama.

Seni itu berjalan, berkembang bersama sama dengan kemajuan masyarakat. Dengan majunya pemikiran, maju juga seninya. Seni itu berisi segala mimpi mimpi, hidup, keinginan, apa yang manusia ketahui. “Seni” kita advanced, karena teknologi dan pengetahuan kita pun maju. Bukan karena manusia lebih istimewa dari binatang, dikategorikan lain dari binatang karena memiliki seni. Ini salah.

Kamu merasa, sains bukan art.  Padahal menurut scientists, oret-oretan Hawking itu maha karya. Menurutmu, sains itu jauh dari imajinasi, lawannya seni. Siapa kamu untuk nentuin mana seni dan mana bukan? Di mana Einstein bilang, “imagination embraces the entire world and all there ever be to know and understand.

Manusia ngomong soal “rasa”, “cinta”, seni. Serasa cuman manusia yang punya semua itu, dan yang lain tidak.

Untuk kamu yang merasa paling superior, karena punya “rasa”, “empati”… Ini saya kasih video, kalo anjing juga ternyata punya. Dog saves another dog, http://www.youtube.com/watch?v=kN866RAiTVU

Ternyata, yang berevolusi untuk menggunakan tool atau alat bantu bukan cuma kita, hewan bernama manusia ini. Chimpanzee menggunakan tombak, dalam berburu. http://news.nationalgeographic.com/news/2007/02/070222-chimps-spears.html

Ada yang berkata kalau manusia punya mimpi-mimpi, dan karena ini ia beda dengan binatang. Manusia, sama dengan binatang binatang yang lain, ingin membuat spesiesnya lestari. Itu sudah terpatri di pabrik biologis kita, untuk hidup. Menjadi insting dari survival kita. Dan apa yang kita capai hari ini, punya proses. Itu sudah menjadi jalannya mother nature, yang menggiringnya. Karna sistem, karena ini kamu “seakan akan punya mimpi”, padahal kenyataannya yang kamu lakukan adalah untuk bertahan hidup. Ketika manusia masih sedikit, berburu dan mengumpulkan apa yang didapat dari alam. Hidup manusia, hanya berburu. Mimpi mimpinya hanya berburu, yakni berburu untuk bertahan hidup. Tidak diperlukan adanya entitas penguasa dan pemaksa di sini. Ketika manusia, mulai banyak, dan alam terkadang memberikan shortage, terlebih ketika bertani memberikan hasil lebih. Terjadi penimbunan, dan karena penimbunan munculnya perampokan dalam nama KEINGINAN UNTUK HIDUP. Mulai muncul entitas keamanan yang dikoordinir dan dikomandoi. Thus, tribe kuno dengan kepala suku dan pemaksaannya muncul.

Ketika, manusia mulai memiliki surplus produksi, artinya ada mulut lebih yang dapat diberi makan. Manusia memulai jaman raja raja, perbudakan, perdagangan dimulai, mekanik mekanik sederhana, hal menjadi semakin kompleks. Mimpi-mimpi org pada jaman kolektif, ingin bison yang besar. Surplus makanan yang banyak. Ini mimpi mereka. Di mana, tujuannya adalah sama. Ingin membuat spesiesnya lestari. Bertahan hidup.

Karena ingin bertahan hidup, punya surplus makanan, manusia menciptakan pertanian. Karena ingin bertahan hidup, maka manusia berusaha memajukan teknik dan ilmu pengetahuannya. Kita punya cita-cita, mimpi dan hal-hal yang berhubungan dengannya, karena keinginan kita untuk bertahan hidup. Ketepatan, kecepatan, dan kelimpahan barang juga produksi. Kita dapatkan dari industri.

Dari jaman raja raja, kita berevolusi menjadi jaman industri. Apakah ini membawa kemajuan? Pada jaman ini, kerja harus menjadi terorganisir, pendidikan yang modern. Artinya standardisasi yang muncul. Di sisi lain, adanya kemajuan. Setidaknya mengalahkan perbudakan, dan kekuasaan raja raja. Di sisi lainnya, kemajuan kemajuan tersebut, seharusnya berpulang pada manusianya itu sendiri.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

One thought on “Keinginan Untuk Bertahan Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s