Kehidupan Karena Kesempatan

Standard

Fine tuned universe, intelegent design, watchmaker analogy, antropi, potato poteto. Hal yang beda buat nekanin hal yang sama: Rancangan tuhan.

Ada dua posisi simpel dalam melihat dinamika semesta

  1. Dunia dirancang sedemikian rupa, agar kehidupan bisa ada (by design).
  2. Dunia berinteraksi dan menciptakan KESEMPATAN bagi kehidupan untuk ada (random).

Dalam observasi tebang pilih, muncul “ilusi” kalau dunia ini “sempurna”, semuanya “ditaruh pada tempatnya” untuk manusia. Ada air udara, buah-buahan binatang yang “disediakan” bagi manusia untuk hidup dan berkembang. Padahal kenyataannya, jaman dulu UDARA ADALAH RACUN bagi makhluk hidup, dan menyapu sebagian besar makhluk. Makhluk hidup sekarang adalah makhluk yang beradaptasi dengan lingkungannya. Logisnya manusia eksis KARENA ADA KESEMPATAN.

Kenapa sekarang kita berusaha keras ngurus lingkungan dan ributin global warming? Karena kita tahu KESEMPATAN HIDUP ITU BISA SIRNA. Bumi diciptakan sempurna sehingga jaraknya 148 juta dari matahari? Kenapa hanya bumi? Kenapa dari sebegitu banyak planet, baru hanya bumi yang masuk ke goldy lock zone? MENGAPAHHHH? #dramadikit

Apakah sang pencipta itu terbatas kayak thomas edison? Trial error berkali-kali sampe berhasil (di bumi)? Katanya maha kuasa? Kalaupun bumi jaraknya lebih dekat matahari, jika dalam zona hidup, akan muncul makhluk yang beradaptasi sama suhu tinggi. Saya ngayal? coba baca artikel ini http://news.nationalgeographic.com/news/2004/05/0521_040521_extremeheat.html

Dengan kata lain, semua fakta fakta yang kita miliki lebih condong ke posisi ke 2, hidup eksis KARENA KESEMPATAN.

Kehidupan begitu mempesona, membuai ego dan menciptakan fantasi murahan kalau manusia itu duduk di puncak eksistensi.

Realita semesta jauh lebih indah dan besar dari fantasi usangmu nak.

Kesempatan bisa eksis didalamnya saja sudah membuatmu jadi special.

Sekian berpuitis ria, mari kembali ke KESEMPATAN.

Adakah yang spesial dari kesempatan hidup? Probabilita munculnya eksistensi hidup sangat kecil, secara puitis itu bikin terlihat spesial, tapi tidak secara matematis. Biar mudah, mari kita bayangkan probabilita kesempatan hidup itu kayak kombinasi rangkaian kartu remi.

Dari 52 kartu remi, kamu disuruh ambil 4 kartu. Berapa besar probabilita kamu dapat rangkaian “sempurna” 4 AS?

THANK YOU BRO! #pusingngitung RT @SoundOfYogi 1/52 x 1/51 x 1/50 x 1/49 = 1.539 x 10 ^ -7

Kesempatan yang begitu kecil itu, bikin kamu ngayal kalau ini gak mungkin kebetulan. Padahal, secara matematis, rangkaian kartu yang lain memiliki nilai probabilita yang sama “spesial” nya dengan 4 AS :) Probabilita yang kecil, dikasih rentang waktu yang (sepertinya) infinite, secara logis akan tercapai :) Jadi kalau kamu ngecak kartu berjuta-juta tahun tanpa berenti, gak ada spesial-spesialnya nemuin rangkaian kartu 4 AS ini. Umur semesta ini tua bung, sangat tua. 2000 taon umur agamamu itu sekedip mata bagi semesta. Jadi kalau memaksa bertanya “siapa yang merancang”, jawabannya adalah infinity + probability.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

7 thoughts on “Kehidupan Karena Kesempatan

  1. babesmansa

    Semua serba kebetulan berarti?
    Saat ngambil 4 kartu remi dan kebetulan di kesempatan pertama dapat 4 kartu As karena ada kesempatan ya?

    Trus saat kita makan, trus kebetulan makanan ditenggorokan bisa turun ke lambung gara-gara ada gerakan peristaltik, yang kebetulan syarafnya ga error, padahal ada kesempatan buat syaraf itu error dan menyebabkan gerakan peristaltik tadi keatas hingga makan keluar lagi lewat mulut.

    Kebetulan juga pas makanan masuk ke lambung, di lambung ada HCL yang bikin kuman-kuman yang ikut kemakan jadi mati,.

    Kalo semuanya serba kebetulan, wow, dunia ini penuh dengan kebetulan.

    • ilokakawai

      orang ini ga paham apa yang dimaksud penulis….. sigh.
      gini bang yang dijelasin diatas itu penjelasan mengapa kebetulan cuman bumi yang bisa ditinggalin… kalo segala proses biologis di tubuh kita itu semua adalah proses adaptasi yang prosesnya ga bentar itungannya pun bukan ribuan tahun tapi jutaan tahun…..
      yang abang tulis diatas itu dua hal yang berbeda(walaupun nyambung tapi nyambungnya jaauuuuhhh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s