Justifikasi Embriologi

Standard

Menjawab klaim muslim bahwa Muhamad dapat hidayah soal embriologi:

LoL “@AgamaSamawi: “Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu, Kejadian demi kejadian dalam TIGA kegelapan…” (Q.S 39:6)”

Kemaren baru aja dibahas soal yahudi klaim soal ada nyawa di dalan darah berdasar taurat, eh ini muslim gak mau kalah XD

Berbicara soal embriologi, perihal janin itu sudah ilmu lama, dari sejak jaman Yunani, ribuan tahun sebelum muhamad lahir. Cabang ilmunya namanya embryology. Kata embryon harafiahnya: belum jadi. Silakan pelajarin soal janin, fisiologi dan hormon-hormon terkait. Btw, ini ayat taurat soal nyawa di dalam darah: http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Ul&chapter=12&verse=23

Debat dengan yahudi ortodoks yang bangga sama kitabnya ya sama kaya debat sama muslim idung pesek yang bangga sama kitabnya. Apa karena taurat bilang begitu, lantas taurat udah mendahului sains soal pentingnya darah buat kehidupan? Tentu gak. Mirip juga dengan klaim muslim yang bilang nabinya udah dapet wahyu ilahi soal trimester pregnancy sebelum sains tau XD

Gimana jaman dulu udah ada embriologi? Ya dengan metode ilmiah. Bukan dengan suara dari langit klaim agama-agama samawi. Metode ilmiah udah dipelajari dari sejak kita SMA, prinsipnya sederhana. Semua orang bisa lakuin kok, bukan hanya “chosen people“.

Masih ingat waktu SMA kita pernah belek kodok/burung? Nah praktek dissection itu udah ada dari ribuan taun sebelum masehi. Dari jaman sebelum Aristoteles ngebedah burung, kodok, dan di liat organ-organ dalamnya itu udah praktek yang biasa dilakukan. Bahkan praktek dissection ke para budak-budak perempuan hamil yang masih hidup udah jadi praktek di kerajaan-kerajaan seperti Aztec, dll.

Di cabang embriologi, tahapan-tahapan pertumbuhan janin itu sebenarnya ada beberapa aliran. Ada yang bilang 2, 3, 6 sampe 10 tahap. Beberapa aliran ini timbul karena adanya perbedaan-perbedaan cara melihat pertumbuhan janin. Jadi mana yang benar atau salah? Dalam pembagian stages of a development seperti itu, seringkali bukan soal benar/salah tapi melihat fungsi.

Lebih lanjut, ada beberapa pendapat soal bagaimana muhammad bisa tau soal trimester. Mulai dari sekolah Jundishapur di Iran (555 M) sampe Harith al-Nasar. Tapi terlepas dari situ, ilmu pertumbuhan janin itu bukan barang baru, sudah ada di jaman pra Muhamad. Lagipula tipikal klaim teis, baik itu Yahudi, Kristen atau Islam, hanya terletak pada 1-2 ayat; hanya satu atau beberapa kalimat.

Satu atau dua kalimat gak bisa dijadiin landasan, malah akhirnya cuma jadi justifikasi, untuk hal-hal yang sifatnya kompleks. Tidak beda dengan puisi Nostradamus yang ada kata burung dari metal, lalu para pengikut fanatiknya mengklaim kalo itu ramalan atau nubuatan soal kejadian 9-11 di NYC di mana pesawat (brung besi) ditabrakkan ke gedung pencakar langit. Prinsipnya jelas: Semakin sederhana dan ambigu sebuah kalimat, semakin mudah untuk diklaim sebagai kebenaran. Contoh lain: ramalan bintang.

Sumber:

1. http://www.al-islam.org/about/contributions/humanreproduction.html

2. http://www.academia.edu/1192424/Was_al-Harith_bin_Kaladah_the_source_of_Prophet_Muhammads_medical_knowledge

3. http://www.answering-islam.org/Quran/Science/embryo.html

4. http://www.skepticreport.com/sr/?p=449

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s