Chaos

Standard

Kamu pikir semesta ini bergerak secara teratur, padahal dalam skala kosmis, semesta ini adalah CHAOS, dalam rentang yang SANGAT LAMBAT. Para pesakitan god of the gaps ini, bilang awloh yang ngatur? Gimana kalo itu ternyata tuhannya paulus? Elu bakal ngapain? Penggunaan kata chaos secara sains itu gak menganulir deterministik karena masih di dalamnya. Sebuah perubahan kecil dalam sistem bisa memberikan hasil yang jauh berbeda, sehingga tidak bisa atau sangat sulit dikomputasi (chaos).

Kepakan kupu-kupu di jakarta bisa menimbulkan tornado di amerika, kira-kira gambaran keren dari efek chaos.. “butterfly effect” http://simple.wikipedia.org/wiki/Chaos_theory

Argumen God of the gaps, adalah sebuah science stopper. Gamblangnya: kemandegan. Ketika kamu mengisi tuhan dalam ketidaktahuanmu, maka kamu tidak akan bergerak lebih jauh. Kamu berhenti di sana. 3000 tahun yang lalu, orang yunani kuno percaya, petir dilempar oleh Zeus setelah ditempa oleh anaknya sendiri, Hephaestus. Kamu kurang canggih, kalau cuma pake 1 tuhan. Yunani kuno bukan cuma pake 1 tuhan, tapi 2 sekaligus di dalam “gap” tersebut.

Zeus dipercaya menyebabkan petir. Apollo menyebabkan matahari. Saat itu manusia di Yunani tidak mengerti, apa yang menyebabkan fenomena tersebut. Bayangkan kalau god of the gaps itu dipertahankan sampai sekarang? Manusia cuma berhenti di Zeus dan Apollo. Sekarang kita tau, kenapa fenomena tersebut terjadi bukan? “Gap” dalam pengetahuan manusia, sudah tidak ada lagi, menghilangkan tuhan.

Ada ribuan mitos penciptaan. Dewa Rah salah satunya, ia menciptakan semesta dengan firman saja. Jika ada ribuan mitos penciptaan, gimana elu yakin kalo tuhan lu yang ciptain? Gimana kalo yang ciptain ternyata tuhannya agama tetangga? Dasar rasional, argumen lu, kalau semesta diciptain sama tuhan lu apa? Kitab lu? Itu hanya klaim. Yang diminta adalah bukti. Kalo misalnya tuhannya tetangga yang ciptain semesta, dan tuhan elu nggak ada, elu bakal ngapain kira kira?

Definisi chaos yang digunakan bukan kekacauan sederhana kayak lihat planet seperti bola biliar, nabrak satu sama lain :) Kata chaos digunakan dalam hubungannya dengan fenomena entropi. penyebaran panas yang tidak reversibel. Dalam penjelasan simpelnya, gak ada yang abadi. Bumi gak bakal selamanya mengitari matahari. Matahari tambah panas dan “meledak”. Kalau matahari gak ada, tata surya kita gak bakal teratur seperti dahulu. itu yang disebut chaos :) Habis itu, kiamat deh… tapi jangan takut, masih LAMAAA http://www.universetoday.com/11430/the-end-of-everything/

Note: skenario kiamat masih sebatas hipotesis. Jadi gak usah panik :D

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

One thought on “Chaos

  1. babesmansa

    “Sekarang kita tau, kenapa fenomena tersebut terjadi bukan? “Gap” dalam pengetahuan manusia, sudah tidak ada lagi, menghilangkan tuhan”

    Kalo pola logika yang sama diterapkan pada individu, misal saya ga tau gimana ceritanya jantung ini bisa terus berdetak, berarti saya perlu Tuhan untuk masalah itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s