Puncak Segala Pertanyaan: Atheism

Standard

Obrolan antara sesama ateis mengenai sikon pengandaian adanya tuhan udah banyak sih, pernah saya alamin juga.

Apakah ateis puncak segala pertanyaan? Gak juga. Justru kalo ateis bersikap seperti itu artinya dia memperlakukan ateisme seperti agama. Kalo ateis bersikap terbuka dengan segala kemungkinan, artinya dia sebenarnya agnostik? Gak juga. Ateis tidak hidup dalam pengandaian, kecuali kalo mau bermain-main dengan hypothetical questions.

Jadi inget bukunya Douglas Adams, bukan yang “God’s Debris” ya, tapi yang “The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy“. Itu novel yang nyeleneh dan lucu. Soal galaksi, intelligent beings dan super computer yang namanya Deep Thought.

Deep Thought ditanya tentang “Answer to the Ultimate Question of Life, The Universe, and Everything“. Setelah 7 1/2 juta tahun, baru hasilnya keluar.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s