kritik agama – islamphobia

Standard

Aneh, hindu & buddha malah protes. Agamanya jarang disinggung. Ini eslam malah bukannya bangga, agamanya jadi bahan bully. Yang tidak suka dengan kritik, sering memakai terms Islamophobia, ketika islam dikritik.

Kita harus mengerti, arti kata dari phobia. Phobia adalah sebuah ketakutan yg tidak beralasan (irasional). Tak ada yg irasional, dengan ketakutan terhadap mob yg mengancam dengan bom dan parang. Fatwa fatwa yg mengancam pluralisme, pelecehan sexual, aturan aturan yg tidak manusiawi. Kami menentang semua itu. Kasus kartun julland posten, penyerangan terhadap kedutaan amerika di libia dan mesir. Apa iya, islam seperti itu? Belum lagi di dalam negeri. Apa yg menggerakkannya? Membentuk massa sampai seperti itu? Apalagi kalau bukan agama?

Tak ada yg irasional, jika berhadapan dengan fasis yg berpikir lebih baik dari dirimu, hanya krn ia beragama islam. Tidak ada agama/ideologi yg kebal kritik, kristen, buddha, hindu, bahkan ateisme.

Hentikan pemanggilan kritik terhadap islam sebagai islamophobic. Kritik tetap kritik. Dan kalian harus terbuka pd kritik. Mari kita berkaca. Ketakutan dan prejudice kalian terhadap kafir, apakah itu bukan bentuk bigotry dan kafirphobia? Kafir yg dimaksudkan di sini, adalah mereka yg tidak percaya islam. Dan apa yg mereka lakukan, sampai dibenci? Bukankah itu lebih tepat dikatakan sebagai kafirphobia? Ketakutan yang irasional terhadap mereka yg tidak percaya islam?

Pada saat ini, ada islam liberal. Islam yg bisa dibilang sudah berevolusi untuk menyesuaikan bentuknya di masyarakat. Islib membuang hukum-hukum yg tidak sesuai, tidak manusiawi dan menerapkan hukum-hukum yg lebih manusiawi. penyunatan islam. Tapi inipun dicap haram juga. Dengan embel embel: itu produk kafir. Pluralisme dan kebebasan Itu bukan islam.

Kristen, berhasil untuk berevolusi dan meninggalkan dark age. Islam masih mati matian mempertahankan bentuknya yg sekarang. JIL membuang interpretasi yg salah mengenai islam, katamu? JIL merombak Islam!

Jika kau sebut penerimaan terhadap homosexual yg dilakukan JIl adalah benar. Maka bertobatlah kalian yg membenci gay. Jika JIL mengakui Tuhan agama hindu, buddha, dan kristen, maka bertobatlah kalian yg selama ini cuman awloh yg paling benar.

Ada islib, ada organisasi seperti FPI dan hizbut tahrir, ada entah ada berapa interpretasi islam di luar sana. Saya menilai semua ideologi dengan standard yang sama. Jika yang dikemukakan oleh ideologi tersebut, adalah kekerasan, hanya karena nabinya dikritik. Siap-siap aja kadaluarsa. Kecuali berubah, menyesuaikan diri dengan masyarakat yg sekarang. Dengan perkembangan jamannya. Walaupun, itu berarti menyunat, mengkebiri, sebagian kitab dan aturan yg katanya dari tuhan.

Mau disebut “beda interpretasi”, “terbuka pada interpretasi lain”, terserah. Kalau udah nggak cocok yah nggak cocok. Tak ada yg kebal kritik di dunia ini. Termasuk agama. Kenapa agama? Kenapa nggak?

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s