inkonsistensi – tebang pilih cocologi agama

Standard

Pemeluk agama yang ngaku moderat atau liberal itu biasanya udah tebang pilih ayat, apologis yg maksa agamanya compatible sama jaman. Ayat-ayat yang gak compatible dibilangnya “liat konteksnya dong” atau “itu ayat harusnya diartiin metafora, jangan literal.”

Reasonable aja: Kalo ada pemimpin (nabi) naklukin kota dan bantai ratusan orang di jaman sekarang, itu udah masuk genocide. Atau di kristen, ada ayat “jual seluruh hartamu dan ikutlah aku” ditanggapi dengan “itu artinya seluruh hatimu, jangan ditanggapi literal.”

Mainan cocologi untuk menyesuaikan agama-agama purba jadi compatible akhirnya jadi cara terakhir untuk beradaptasi sama jaman. Walaupun ada cara lain yang lebih efektif; mengakui dgn jujur bahwa agama-agama tersebut memang udah gak cocok lagi dengan jaman.

Seperti yang pernah saya bilang; kaum agama moderat dan liberal itu seperti kaum gay dan lesbian yg masih di dalam kloset. Mereka tau agama mereka gak bisa dipaksa utk melangkah maju. Tapi sepertinya ada cara-cara lain utk kompromi drpd mesti keluar dr kloset. Kenapa gak keluar dari kloset? Apakah mudharatnya lebih banyak? Tapi bukannya kebenaran tetap kebenaran tanpa liat berapa banyak ruginya?

Coba liat Kristen moderat dan liberal. Mereka udah bilang kisah penciptaan di alkitab itu metafora. Padahal kisah penciptaan di alkitab alurnya nyambung jelas ke cerita-cerita Nuh, Musa, Abraham sampe Yesus. Kalo penciptaan dibilang kisah metafora artinya semua isi alkitab harus dibilang metafora. Artinya ya elo bukan lagi kristen. Akhirnya banyak Kristen liberal nyerah; menyadari kesalahan mereka. Memilih keluar dari kekristenan drpd mesti tebang pilih.

Ini bukan ngeramal atau nubuatan; tapi polanya memang spt itu: JIL itu hanya 1-2 langkah lagi menuju agnostic atau atheis. Poligami, rajam, wanita dilarang kotbah, sunat, zakat, sabat, persepuluhan, & ajaran-ajaran lain di agama-agama itu udah gak kompatibel lagi.

Atau akhirnya Kristen dan Islam bakal jadi seperti agama Yahudi? Bukan lagi agama tapi udah jadi simbolil budaya. Yahudi udah gak ngerajam orang lagi. Udah gak kasih tithe lagi. Udah makan burger. Hasil proses tebang pilih ayat. Coba tanya Yahudi kenapa mereka bisa makan burger sementara Torah larang mereka campurin susu (cheese) sama daging. Tanya yahudi kenapa mereka gak bayar tithe lagi? Alasannya kalo gak 1) Kami dah bayar pajak ke negara atau 2) third temple blom dibangun.

Jadi kalo bener-bener gunain akal, yah kitab suci akan jadi relic. Saya maunya cepat, tapi kaum agama liberal maunya pelan. Tujuannya sama. Itu yg saya kritisi dari liberal, sifat apologisnya; kenapa tebang pilih? Sekalian tebang semuanya seperti yang saya sudah lakukan.

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s