budak politik Arab – Umroh

Standard

Pendapatan Saudi Arabia dari segala sektor yg berhubungan dengan haji dan umroh mencapai lebih dari 30 milyar USD! Itu bukan angka sebenarnya, karena banyak bisnis-bisnis kecil di sekitar lokasi haji yang tidak kena pajak dan tercatat. Setiap tahun ada lebih dari 2 juta orang non-Saudi datang ke sana untuk haji dan umroh. Itu bisnis besar! Kamu lihat haji dan umroh sebagai ibadah, Saudi Arabia lihat hal itu sebagai kesempatan pengerukan uang secara brutal. Dengan 2 juta “turis” setiap tahunnya, bayangkan berbagai macam bisnis yg ada di sekitar lokasi “suci” itu. Dari losmen, hotel bintang lima, restoran, jual hewan kurban, toko kostum Islami, jasa transportasi sampai suvenir. Kalo negara lain pusing pengangguran, Saudi malah kekurangan tenaga kerja untuk penuhi kebutuhan pariwisata religius ini. Jangan lupa, kalo “turis” non-Arab pergi ke sana, mereka naik apa? Pesawat dan segala transportasi yg menggunakan BBM. Minyak bumi adalah komoditi ekspor Saudi Arabia, dan pendapatan dari situ mencapai hingga 70% dari GDP mereka.

Makin banyak “turis” yg naik haji dan umroh, makin banyak pula konsumsi BBM. Siapa yg makin kaya? Jawab sendiri :) Kamu orang Indonesia yg nenek moyangnya beragama Hindu dan Buddha, sekarang jadi Islam dan dengan bangga jadi budak Arab. Kamu dengan sepenuh hati memeluk Islam dan lakukan ibadah, sementara orang Saudi mentertawakan kamu sambil ngecek setoran. Agama katamu? Ibadah katamu? It’s fucking business! 200 ribu “turis” Indonesia berangkat ke Saudi tiap tahunnya, dengan biaya perjalanan 20 sampai 30 juta IDR. Itung yuk :)

Sebagai pemasok “turis” terbesar, kurang lebih duit Indonesia yang disetorin ke Saudi tiap tahun mencapai 50 trilyun IDR! Orang Indonesia ngeluh miskin, sekolah dan rumah sakit aja banyak yg gak memadai, tapi duit trilyunan dibuang ke Arab.

Makanya Indonesia miskin terus, tiap taon setor duit ke Saudi. Kayak pelacur yg setor duit ke germonya. Bapak-bapak tua tukang becak yg tulus ngumpulin duit seumur hidupnya buat haji/umroh. Gak sadar dia diperalat. Ibu-ibu tua dengan polos jualan sayur di pasar seumur hidupnya cuma buat haji/umroh. Gak tau kalo dia diperbudak. Dan kamu bangga jadi Islam? Bangga Indonesia jadi negara mayoritas Islam terbesar? Bangga jadi budak dan pelacur Arab?

Sekedar info tambahan: pemerintah sampai harus hutang sana-sini untuk bayarin dulu biaya haji/umroh yang dicicil. Buat agama dan ibadah jangan perhitungan! Masalahnya di 51 trilyun IDR yg disetor ke Saudi itu ada duit pajak saya juga. 51 trilyun IDR yang disetor ke Saudi tiap tahun berarti mengorbankan kemakmuran dan kemajuan negara ini.

Kemakmuran negara ini jelas berhub dengan kesejahteraan kamu dan saya. Ya, saya berhak untuk komplen. Ketika agamamu sudah mulai mengganggu dan menghambat kesejahteraan saya dan banyak orang, kami berhak protes!

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino) | http://kalfestino.wordpress.com/

One thought on “budak politik Arab – Umroh

  1. mightlight

    duit pajak dipale subsidi haji.
    yg bayar pajak bukan cuma muslim.
    non muslim bayar pajak supaya bisa dipake u/kemakmuran bangsa, subsidi uang pendidikan, biar rakyat gak tolol.
    kalo rakyat cerdas, negara maju, hasilnya bisa dirasakan sama kita2 juga.
    tapi kalo dipake subsidi haji, itu kan urusan personal. urusan manusia sama tuhannya. yg nerima manfaat cuma doi doang. dapet pahala dsb.
    sama yg bayar pajak kaga ada aliran timbal balik manfaatnya.
    malah dibilang kafirun.

    indonesia….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s