Tuhan Personal dan Tuhan Non-Personal

Standard

Tuhan personal: Tuhan yang miliki personality (kepribadian) seperti manusia, bisa marah, hepi, sedih, dll. Cth: Yahweh, Auloh, Zeus.

Tuhan non-personal: Tuhan yang tidak miliki personality (kepribadian) seperti manusia. Gak ada emosi, gak ada tujuan. Alam semesta.

Tuhan non-personal gak bisa disebut Tuhan karena kata “Tuhan” sudah terlalu identik dengan Tuhannya samawi. Jadi rancu. Kayak Einstein yg bilang “God doesn’t play dice.” Langsung dicap dia religius dan percaya Tuhan, padahal doi agnostik. Pernyataan Einstein tentang God sering dicolong sama umat beragama buat ngebela diri mereka, “Tuh, Einstein aja percaya Tuhan!” Sampe Einstein akhirnya kesel sendiri dan mengeluarkan pernyataan formal: “I don’t believe in a personal God!” Jadi kalo ada yg bilang Einstein percaya Tuhan, kamu bisa ngakak ketawain. Karena jelas tuh orang gak ngerti apapun.

Banyak ilmuwan menyebut kata “Tuhan” dalam bukunya, tapi maksud mereka bukan Tuhan samawi. Tapi Tuhan non-personal. Tuhan non-personal itu gak ada yang tau kayak gimana, dia tidak memiliki sifat, mungkin hanya energi atau hukum alam.

Kata “Tuhan” bagi para ilmuwan tersebut hanyalah metafora untuk menggambarkan keindahan alam semesta yg mereka pelajari. Jadi, lebih baik tidak usah menyebut kata “Tuhan” daripada disalahartikan oleh para agamis tolol tukang klaim itu.

Pertanyaan berikutnya yg biasanya muncul: “Masa Tuhan gak punya perasaan, emosi, dan tujuan?” Tuhan itu katanya mahluk yg sempurna. Emosi dan perasaan menandakan ketidaksempurnaan, karena itu atribut manusia.Kok mahluk sempurna dikendalikan emosi? Marah, senang, sedih, kecewa, terus berarti dia bisa takut juga? Tuhan kok takut? Apa itu berarti Tuhan juga bisa minder, malu, kaget, insecure, dan berubah mood kayak cewek PMS? Absurd!

Tuhan itu MAHA. Bila dia maha pengasih, apa berarti dia juga maha tidak-pengasih? Maha tahu, berarti juga maha tidak-tahu?

Memberikan sifat manusia pada sesuatu yang bukan manusia disebut: anthropomorphism. Contohnya: Donal Bebek dan Miki Tikus. Dalam konteks anthropomorphism, Tuhannya samawi (Yahweh, Yesus, Auloh) itu sama aja kayak Zeus dan Spongebob.

Salah satu alasan kuat saya ateis adalah: karena saya gak mau menyembah tuhan yang suka mood-swing kayak cewek PMS. Kalo lagi bete, dia ngetes Abraham buat bunuh anaknya. Udah mau dikerjain, eh dibatalin rikuesnya. Persis mantan gue. “Kalo kamu sayang aku, kamu musti apus semua kontak cewek lain!” | “Oke say..” | “Eh, tapi gak usah deh.. Aku percaya kamu.”

 

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s