kesadaran yang terhilang

Standard

Sesuatu yang terlalu banyak dihias hias, karena ingin menyembunyikan yang jelek.

Sesuatu yang terlalu banyak pujian, untuk menyembunyikan kemunafikan.

Manusia, sudah cukup dicekoki dengan dongeng muluk-muluk di langit lapis ke sembilan belas.

Manusia, sudah cukup dibuai cerita manis, mimpi surgawi dan janji harum madu.

Manusia, harus disadarkan dengan pemandangan yang nyata. Kenyataan hidup yg sedang dialaminya. Apa yang sedang terjadi.

Kesadaran itu akan bergentayangan, merombak hidupnya, menyiksanya, mempermainkannya menjadi sesuatu yg menyakitkan.

Untuk merebut kembali kesadarannya, yang ia butuhkan adalah cuka di atas luka yang menganga.

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s