ilusi freewill

Standard

Freewill itu seperti kita tau, artinya kehendak bebas. Seperti namanya, bahwa ada kehendak bebas dari manusia. Tapi apakah kehendak bebas benar2 bebas? TIDAK.

Semua pilihan kita setiap hari dipengaruhi oleh banyak hal. Masalahnya, sebagian besar hal-hal tersebut adalah subliminal. Artinya; tidak kita sadari itu membawa pengaruh ke kita. Misalnya dalam memilih makan siang. Mungkin menurut anda itu kehendak bebas anda. Tapi sebenarnya tidak. Pernah kan anda bergumam,”mau makan apa ya hari ini?” Gak lama anda memutuskan: “Kayanya makan burger McD enak nih.” Padahal itu bukan freewill. Ada banyak faktor kenapa anda pengen makan McD hari ini. Dan biasanya subliminal (kecuali kl diajak teman ya). Misalnya anda nonton iklan McD di tv dan anda tertegun melihat burgernya juicy banget. Setelah itu anda kembali sibuk di kerjaan. Atau anda punya memori yg manis berduaan dgn mantan pacar anda makan di McD. Tanpa sadari anda kangen pengalaman tersebut. Faktor-faktor seperti iklan, pengalaman menyenangkan, dll punya kontribusi ke bawah sadar anda untuk memilih makan burger di McD.

Ngomong-ngomong soal pacar, coba liat pacar anda pasangan anda. Apakah anda memilihnya berdasarkan freewill? Liat rambut, wajahnya, postur tubuhnya, apakah ada similaritas dengan wanita yg (pernah) berperan di hidup anda, spt ortu atau mantan anda? Atau mungkin pinggulnya yg besar karena insting laki2 anda menginginkan istri yg bisa memberikan keturunan? Atau wanita, instingnya menginginkan lelaki yg (keliatan) mapan karena secara bawah sadar resemble akan figur ayahnya yg jago cari nafkah?

Jadi sebelum anda percaya freewill, teliti lagi setiap anda mengambil keputusan. Kehendak bebas anda adalah ilusi.

Freewill (kehendak bebas) vs omniscient (maha tahu) adalah kontradiksi dogma agama.

Freewill diciptakan untuk “membebaskan” tuhan dari tuduhan biang keladi, krn semua pilihan adalah tanggung jawab individu padahal eksistensi freewill (kalau memang ada), akan mematikan attribut tuhan sebagai maha tahu, alfa-omega. Contoh: jika adam hawa punya freewill, artinya tuhan TIDAK TAHU apa yg akan dilakukan mereka setelah pohon ditaruh di taman. Namun, jika tuhan tahu apa yang akan dilakukan adam, artinya adam berprilaku SESUAI KALKULASI tuhan. So, jika tuhan memberi adam kehendak bebas, artinya he’s no longer god. because he’s not omniscient. Tapi jika tuhan adalah omniscient, freewill adalah ilusi. semua prilaku kita ada ruang lingkup tuhan.

Kalau kata samawi, tak akan jatuh sehelai rambut pun tanpa ijin -NYA. masuk akal kan? :)

Salah satu kutipan dari alkitab “Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak mendengarkan mereka.” Berdasarkan ayat tsb, firaun bekerja sesuai dengan RENCANA TUHAN. Tuhan yang mahatahu, gak perlu ngetes adam. kecuali dia ngelakuin hal tsb buat iseng2 aja. Jika tuhan alfa omega, kita gak lebih dari bagian rangkaian aksi reaksi antara awal dan akhir. semuanya telah ditentukan. Itu adalah paradox freewill. silahkan tentukan, “bunuh” tuhan dengan kebebasan anda ? atau jadi “boneka” tuhan? :)

Sekarang kita bahas ilusi freewill dari sudut pandang (kalau bisa disebut) sains :)

Saya berubah pikiran deh, jangan sok sains. pake yg simpel aja… SEBAB AKIBAT.

Semua dinamika yang ada di dunia ini berdasarkan hukum sebab akibat, karena baca twit saya, kamu ngebales >> contoh sebab akibat sederhana. Tapi cakupan sebab akibat lebih dari itu, dari skala yang paling kecil sampai ke hal yang paling besar. Dan sebab akibat adalah proses berantai. Apapun yang eksis sekarang merupakan hasil dari masa lalu (dengan asumsi gak ada timetravel). Bahkan proses otak kamu pun bekerja dengan mekanisme yang sama.

Jadi, semua keputusan kamu (akibat), memiliki faktor sebab, dan menjadi sebab untuk event di masa yang akan datang.

Bukan hal yg sulit ataupun spektakuler kan? anak SD pun bisa ngerti… tapi efeknya SUPER KOMPLEKS. Berdasarkan hukum sebab akibat, no freewill. semua langkahmu adalah pengaruh faktor internal externals dr MASA LALU. Alasan kamu suka sesuatu, memililih sesuatu, selalu dipengaruhi oleh faktor masa lalu. kamu gak sebebas yg kamu pikir. Sekarang kamu dihadapkan sama pilihan A atau B? kamu boleh mikir dan menganalisa. tapi hasilnya sudah definite sejak awal. Semua usaha kamu memilih gak lebih dari rangkaian sebab akibat, PILIHAN ITU ILUSI.

Kamu lempar koin ke atas, sebenarnya hasilnya sudah definite, hanya saja kamu TIDAK MAMPU mengkalkulasi semua faktor yg terlibat. Tenaga yang kamu keluarkan, arah angin, berat koin, gravitasi, angle, dan variable mikro yg mungkin saja lolos dari observasi karena itu muncullah kata PROBABILITA (kemungkinan), yang merupakan representasi dari keterbatasan kamu mengkalkulasi semua hal.

Bersyukurlah kita memiliki keterbatasan dan pobabilita, sehingga ilusi “freewill” itu terasa begitu nyata :)

Just in case ada yg mikir, “kalau gitu gak ada gunanya berencana, karena semua telah ditentukan sebelumnya” >> salah besar. Melakukan perencanaan, juga bgn sebab akibat. Secara logis akhir kamu sudah definite, perencanaan adalah (salah satu) penyebabnya.

Secara filsafat, sudut pandang ini disebut deteminism http://en.wikipedia.org/wiki/Determinism

Sebelum adanya teori kuantum, ini adalah sudut pandang para saintis. bahasa kerennya clockwork universe http://en.wikipedia.org/wiki/Clockwork_universe_theory

Sekian penjelasan ttg freewill dilihat dari sudut pandang sebab akibat. Silahkan nikmati (ilusi) freewill anda, karena itu masih TERASA nyata :)

Compiled by: Kal Festino (twitter @kalfestino)

One thought on “ilusi freewill

  1. Lutfi

    Setuju dengan anda. Menurut hukum “Kekekalan Energi” bahwa energi itu tdk dapat diciptakan (oleh manusia) dan tidak dapat dimusnahkan (oleh manusia). “Will” itu kan sebuah energi juga. Dlm agama islam diajarkan bahwa “Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah”. Banyak sekali ayat yang menjelaskan segala sesuatu sudah ditetapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s