Hate Speech

Standard

Saya sendiri tidak yakin, apa itu “hate speech”? Di mana batasannya, sebagai sebuah speech yang menyebarkan kebencian? India, melarang pendapat yang menyakiti agama ataupun ras/kesukuan. Canada melarang pendapat yang bertujuan mengolok olok. Di Belanda, dianggap melanggar hukum jika seseorang dengan sengaja menghina group tertentu.

Karena tidak konsistennya batasan dari “hate” sendiri, definisi hate speech sangat berbeda beda di setiap negara. Sesuatu yang dianggap orang lain “menghina”, belum tentu “menghina” untuk yang lain. Mempertimbangkan bahwa, “hate” itu tidak jelas batasannya, dan tidak berdiri sendiri. Maka hate speech tidak ada salahnya.

Selama, speech tersebut tetap menjadi speech saja dan tidak menjadi sebuah aksi kekerasan. Hak seseorang untuk mengeluarkan pendapat, tetap tidak boleh dibelenggu, dengan syarat: suara tandingannya juga tidak dilarang.

Dan, siapa yang mendefinisikan “kebencian”? Bukankah selama ini kita hidup di tengah tengah kebencian yang dilegalkan? Sekian lama kita hidup di tengah tengah kebencian rasialis, yang malah disuburkan, bahkan masih bertahan sampai hari ini. Bahwa kita juga hidup, ditengah tengah kebencian terhadap lesbian dan homosexual, yang dilegalkan oleh kitab suci. Dalam hal ini, sesuatu yang mengandung kebencian, tidak dianggap “kebencian” asal diterima oleh orang banyak.

“Hate speech” adalah sesuatu yang subjectif. Cukup sulit, untuk menjudge, apa itu hate speech. Sampai mana batasannya. Jika, artian hate speech adalah olok olok belaka dan tidak mengandung kebenaran, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu. Proses penelitian diperlukan pengajuan tesis, yang mana akan jadi sama dengan hate speech lagi.

Apakah, dengan melarang sesuatu yg dianggap “hate”, akan menghilangkannya? Tidak. Sebenci bencinya saya pada Ku Klux Klan atau sentimen rasialis anti tionghoa, saya juga punya hak bicara untuk menentangnya.

Kenyataan yg terjadi di Indonesia, pelarangan “penghinaan” agamanya sendiri. Tapi, dia sendiri malah menyulut kebencian. Dan, kebencian tersebut, bukan cuma “speech” melainkan menyebar menjadi sebuah aksi kekerasan. Sungguh menyedihkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s