A Fly Is Making Another Insult To The Holy Prophet

Aside

From the scale a fly making funny face at you to a film insult your prophet, how hurt is your feeling hurt, my dear?

 Muslim harus banyak belajar, ada perbedaan antara “orang yang tinggal di Amerika” dan Amerika. Ketika seseorang di Amerika membuat film mengenai Muhammad, bukan berarti seluruh warga Amerika ikut bertanggung jawab.

Baru baru ini, kita kembali dihebohkan oleh film Innocence of Muslims. Muslim menuntut pemerintah Amerika meminta maaf. Yang bikin film siapa? Kok pemerintah Amerika yang disuruh minta maaf? Yang bikin film siapa? Yang diserang Konsulat us, yang harus minta maaf obama. SBY ngalah ajalah, minta maaf, demi slemot slemot ini.

Bahkan yang mati terbunuh tidak ada hubungannya dengan film tersebut. Seperti kasus karikatur Muhammad oleh Jyllands-Posten tahun 2005 yang silam. Dimuat di Jylland Posten, kok McDonald yang dibakar? Mereka Membutuhkan wujud nyata dari ideal yang ditanamkan, “islam tak henti hentinya dizolimi sama kafirun”. Yang terbesit? Amerika!

Satu satunya cara, membalas argumen adalah dengan argumen yang lebih baik. Bukan bakar, bunuh, ngelarang, blokir. Melarang adalah tanda tersinggung, menerima apa yang disampaikan di film itu, karena tidak bisa dibalas dngn argumen yg lbh baik.

Menkominfo Tifatul juga ketularan rupanya. Meminta google dan Youtube memblokir film tersebut. Kata Tifatul, “Seperti Anda ketahui, duta besar & empat staf kedutaan Amerika di Libya tewas, saya pikir ini sangat sensitif.”

Lantas, karena seseorang tersinggung nonton film, itu membenarkan dia melakukan pembunuhan dan pembakaran? Tidak seharusnya seseorang mati karena sebuah film! Jika, pembunuhan dibenarkan, karena tersinggung oleh sebuah film, entah apa jadinya dunia sekarang. Daripada, melarang, sebaiknya orang Indonesia didewasakan, bagaimana menerima pendapat, dan informasi seperti itu.

We deal with it everyday! Grow up! Bisa dibayangin? Kalo orang ngebunuh karena tersinggung sama “yo momma joke”? Apa hanya karena kamu tersinggung sama “yo momma joke”, joke joke serupa mesti dilarang?

***

Rakyat pernah diprovokasi kampanye basi, yang mengatakan “kristen, intinya kafir dan cina nggak boleh jadi pemimpin”. Kira kira, pernyataan seperti itu menyakiti hati orang nggak? Tapi, pernah liat masjid dibakar? Rasanya, nggak.

Di amerika, tidak ada yang perduli sama film yang sedang kalian ributkan. Film itu disorot, karena kalian ributkan. Lagipula, penistaan agama itu sungguh subjectif. membayangkan muka muhammad waktu sembelit mencret mencret, bisa jadi penistaan banget.

Bukan content yang harus dilarang, tapi sikap menanggapi informasi yang harus dirubah. Jika, sikap barbar seperti ini dipelihara, tidak perlu Darth Vader untuk memprediksikan apokalips.

There is nothing more humane, than reconigsing the idiocy of one’s view and at the same time, his right to express them.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s