Sertifikasi Ulama

Standard

Berhubungan dgn kasus2 bom bunuh diri yg marak & dicurigai ulama yg nge-arab punya andil, maka ada wacana sertifikasi ulama. Ternyata wacana ini, menuai banyak kontroversi. Mulai dari para ulama, FPI, MUI ataupun petinggi petinggi negeri ini. Alasannya jg mulai dr penghinaan agama, negara dianggap nggak punya hak buat itu, bahkan FPI sudah siap jihad untuk ini. Tapi, argumen yg lumayan bagus, datangnya dari NU. Inti dari argumennya:

“Jika, negara dalam keadaan baik baik saja. Maka sertifikasi ulama, tidak menjadi masalah. Tapi, jika negara suatu waktu menjadi otoriter, maka ulama akan dimonopoli dan menjadi alat politik negara. Ulama Yg tidak sepaham dengan negara, akan dicabut sertifikatnya”

Apa syarat menjadi ulama sejauh ini? Bukannya, asal ngaku pernah ke arab, pinter cuap cuap, ama ganteng dikit. Dengan syarat syarat tersebut, udah bisalah jadi ulama di jakarta atau setidaknya di kampung. Jadi, mensertifikasi ulama, hanya seperti mensertifikasi kenek angkot. Selain jumlahnya yg udah keterlaluan banyak. Saya merasa, sertifikasi ulama, tidak akan sepenuhnya efektif. Atau efeknya akan lama baru bisa berdampak. Lgpula, terlalu bnyk orang yg merasa bhw aksinya (ngebom bunuh diri, ngancem pake golok), itu sama dgn membela tuhannya. Setidaknya, jika negara mengangkangi ulama, hegemoni ketololan tersebut bisa dipangkas sedikit.

Standarisasi itu tidak sepenuhnya buruk. Seperti standarisasi dokter, arsitek, ekonom, akuntan dll. Ternyata, setelah dipikir pikir, tujuan penolakan sertifikasi ulama ini, murni bersifat politis. Mereka menolak memberikan kekuasaan mereka untuk diatur atur, apalagi disertifikasi. Tapi, bagaimana jika ternyata memang benar kejadian seperti argumentasi NU. Negara menjadi otoriter. Dan, negara memonopoli ulama sebagai alat pendukung kekuasaan. Bukannya, Itu malah menunjukkan momok dan najisnya tujuan serta peran dari agama. Menjadi, anjing anjing penjaga kekuasaan. Lebih jauh lagi, ulama mo disertifikasi ataupun punya cap halal di bokongnya kek. Saya tidak perduli. Krn mereka tdk ada gunanya lg, jika tidak ada orang lagi yg percaya sama dongeng yang udah kadaluarsa dan kelewat busuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s