moralitas dan agama

Standard

Bigot gak ngerti yg namanya moralitas, yg mereka ngerti cm “boleh atau tidak.” Moralitas bukan hal yg suci atau ajaib, itu salah satu mekanisme survivalitas makhluk hidup. Banyak makhluk yg menunjukkan moralitas, gak cm manusia. Contohnya banyak, saya ks contoh kecil : leopard saja bs menyelamatkan bayi baboon http://www.liveleak.com/view?i=c0e_1285284232 …

Moralitas itu juga dinamis, berkembang sesuai jaman dan situasi, bahkan beragam di setiap daerah. Contoh simpel : Di barat poligami adalah imoral, di timur poligami biasa2 saja. Contoh simpel : jaman dulu perbudakan rasial itu gak apa2, skr dianggap gak bermoral.  Gak butu petunjuk langit agar manusia sepakat tidak saling bunuh dan memperkosa agar kualitas hidup lb baik. Logis koq. So, moral itu sudah berkembang jadi konstruksi sosial, dan tujuannya untuk kelangsungan dan kualitas hidup komunitas. Hanya saja agama “mencuri” moralitas, dan mengklaim hal tsb sebagai miliknya. “Penipuan” massal terjadi.

Problem dr moralitas agama adalah, stagnan, kaku dan tidak boleh dirubah. Dan pada dasarnya, moralitas agama tidak menyisakan logical reasoning, hanya “boleh atau tidak”. Eksperimen sederhana : jika anda muslim, akankah anda makan babi, jika babi itu aman dikonsumsi, bahkan sehat? Agama hanya bs beradaptasi menggunakan intepretasi bebas utk “melangkahi” larangan, atau pakai ayat lain, kayak dunia hukum. Lucu, interpretasi membuat agama terlihat seperti dagelan inkonsistensi. Dan pengartian literal membuatnya jd kuno dan gak relevan. Karena inilah, moralitas agama makin tertinggal dan gak relevan sama perkembangan jaman. Dan pada titik tertentu, moralitas agama malah menjadi penghambat perkembangan jaman. Contoh nyata : cewe diperkosa, lapor polisi malah dipenjara (hukum syariah), anda perlu justifikasi canggih utk gak bilang itu GILA. Sudah begitu, tanpa tahu malu agama selalu mengklaim sebagai last defense of morality. Seakan2 moralitas adalah milik mereka. So, sebelon kamu yg punya agama ngeledek saya gak bermoral, plis ngaca dulu, kamu gak lebih dari badut munafik.

“If people are good only because they fear punishment, and hope for reward, then we are a sorry lot indeed” – einstein

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s