Watchmaker Analogy

Standard

Banyak yg nanya : siapa yg nyiptain semesta, bumi, jiwa, etc. ini adalah variasi dari “Watchmaker Analogy.”

Watchmaker Analogy; misal kamu di pantai & nemuin jam di hamparan pasir, kamu gak bakal mikir ini terjadi krn proses alami. Jam memiliki arsitektur kompleks dimana smua parts berinteraksi harmonis sempurna, sebagian kecil gagal, rusak semua. Jam menunjukkan waktu, memiliki tujuan, karena itu PASTI ADA PENCIPTA-nya.

Watchmaker analogy adalah argumen elegan tentang penciptaan, dikemukakan oleh William Paley pada thn 1802. Analogy watchmaker menganalogikan penciptaan semesta dan kompleksitasnya dengan mekanisme dan eksistensi jam. Sebuah sistem yang kompleks, berinteraksi sempurna dan punya tujuan pasti memiliki pencipta. Dan ada yg menariknya lebih jauh, TUHAN adalah sang PENCIPTA (agung). kalau bukan, siapa lagi? doraemon?

Bahkan ada yang mengklaim lebih ekstrim (atau bodoh?) : SEMUA BENDA PASTI ADA PENCIPTANYA. Kata “agung” ditambahkan sebagai kekaguman terhadap kehebatan sang pencipta, keindahan dan kesempurnaan alam ini. Di jamannya, argumen Paley ini sangat kuat dan masuk akal, tapi sekarang sudah muncul sanggahan yang gak kalah masuk akal.

Sanggahan #1 : “produk” alam jauh dr sempurna. contoh : ketidaksempurnaan manusia.
Gigi geraham belakang, usus buntu, sampai sekarang belum bisa dipastikan kegunaannya bagi manusia selain menyebabkan kematian. Masih banyak bgn tubuh yg gak berguna. silakan dilihat disini http://t.co/aSjkxAZU

Sanggahan #2 : “produk” yang kompleks, juga bisa terjadi tanpa melibatkan intelegensia.
Darwin memberikan penjelasan alternatif bagaimana makhluk yg kompleks bisa eksis dengan mekanisme seleki natural. Sejauh ini, bukti2 yang ada tidak berhasil memfalsifikasi hipotesa darwin (dan bahkan lulus jd teori). Selain darwin, algoritma fraktal mandlebrot juga membuktikan bahwa pola kompleks bisa muncul dari pola sederhana.

Sanggahan #3 : paradox, jika sesuatu yg kompleks memiliki pencipta, pasti sang pencipta agung itu juga memiliki pencipta.

Sanggahan #4 : penciptaan jauh dari kesan “agung”
Dari semua planet, sejauh ini hanya bumi yg kondusif untuk ditempati makhluk hidup, kenapa? Kenapa hanya bumi? Sang pencipta menciptakan bgt banyak kombinasi semesta dan hanya bumi yang berhasil? Sang perancang lebih terlihat sedang melakukan trial error berkali kali, kata agung jauh dari cocok. Contoh lain, mekanisme rantai makanan itu KEJAM, jika itu hasil pencipta. lebih cocok dibilang SAKIT daripada agung.

Sanggahan #5 : tujuan atau kesempatan? apakah benar kalau air dan udara eksis hanya untuk kelangsungan hidup makhluk?
Ataukah, karena air dan udara eksis, maka makhluk hidup yg berhasil beradaptasi, PUNYA KESEMPATAN untuk hidup? Sejauh yg saya tahu, para saintis setuju kalau 2.4 Milyar tahun yg lalu. OXYGEN adalah RACUN bagi makhluk hidup. Hanya makhluk hidup yang mampu beradaptasi, mampu bertahan. silakan lihat tautannya disini http://t.co/Pq1nlExz

Sanggahan #6 : gak semua benda punya pencipta (kayak dari pabrik).
Anda dan saya dilahirkan, bebatuan hasil proses, belum ada bukti penciptaan dengan intelegensia di alam.

Sanggahan #7 : apakah eksistensi makhluk hidup benar2 punya tujuan khusus?
Beda dgn jam, gak ada bukti konkrit untuk tujuan hidup. anda hanya bisa punya tujuan hidup dgn alasan2 relijius/puitis. Pembuktian tujuan hidup dengan agama / puitis, GAK BISA DIBUKTIKAN, berujung pada argumen sirkular, atau IMAN.

Sekian sanggahannya, tentu saja ini gak mutlak, kemungkinan Wiliam Paley benar selalu ada. Tapi mungkin sebelum anda bertanya “SIAPA PENCIPTANYA?”, mungkin anda mau meng-explore pertanyaan “BAGAIMANA TERCIPTANYA?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s