(Katanya) Ateis Itu Melanggar HAM

Standard

All human beings are born free and equal in dignity and rights.They are endowed with reason and conscience and should act towards one another in a spirit of brotherhood. – The Universal Declaration of Human Right

Ada kebebasan untuk berpikir dan kebebasan untuk bertindak. Ini harus dibedakan dulu. Kebebasan untuk berpikir, saya bisa berpikir apapun, termasuk keabsurdan tuhanmu. Saya bebas menyampaikan pendapat saya. Kenapa saya merasa tuhanmu itu absurd. Itu bebas bebas saja. Sebebas bebasnya kamu menganggap absurd, kalau saya bilang kwetiau siram itu maha kuasa. Hak percaya/tidak percaya adalah hak asasi setiap orang. Ide ide harus bergesekan di sana.

Saintis yang telah melakukan riset bertahun tahun dan lalu dibantah experimentnya, bahwa dia salah, pun pasti akan sakit. Perubahan itu menyakitkan. Namun kritik itu biasa. Orang yang terbuka pikirannya akan terbuka pada kritik. Bukan malah melarang kritik tersebut. Terlebih lebih, jika kritik harus dibalas dengan parang. Harus diberangus. Harus dicap sesat.

Logikanya ada dimana? Saya tidak percaya adanya tuhan. Saya harus diberangus. Saya dianggap melanggar HAM. Kesalahan saya cuma tidak percaya. Tapi, ketika anda menebas leher saya, melarang saya untuk berbicara. Itu pembelaan agama dan itu tidak melanggar ham.

Kebebasan yang digunakan untuk memberangus kebebasan orang lain, bukan kebebasan. Melainkan sebuah penindasan.

One thought on “(Katanya) Ateis Itu Melanggar HAM

  1. musuhatheis

    Ibarat virus dan bakteri yang harus dimusnahkan karena membahayakan kehidupan, seperti itulah keadaan orang yang tidak mengakui adanya Tuhan. Betapa tidak malunya, dia hidup di Bumi Tuhan, dia hidup dengan udara -nya Tuhan, dia minum dari air yang yang diturunkan Tuhan, dia makan dari hal yang ditumbuhkan Tuhan, hingga dia bisa hidup lupa yang asalnya hanya dari setetes air mani sampai jadi orang yang gagah nan sombong. tapi mengatakan tidak percaya Tuhan. Memang sebelum tanah menyumpal mulutnya, dan nafas belum sampai tenggorokan, adalah hak dia untuk berkoar-koar sepuas-puas nafsu nya. Apakah dia golongan orang yang berakal?tidak sama sekali. berpikir pun tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s