pemaksaan agama

Standard

Kepercayaan adalah hal yang paling pribadi dari setiap manusia karena ia merupakan pencarian tiap tiap individu. Kepercayaan bukan lagi sesuatu yang pribadi, kalau dari kecil kita sudah dicekokin sama kibulan usang ribuan tahun. Entah ngikut agama karena takut sama tuhannya yang kagak becus, sama hukuman, sama negara, sama engkongnya. Lebih memaksa lagi, kalau orang yang didoktrin dari kecil sudah tidak percaya, dikatakan murtad, dikucilkan.

Pemaksaan ini malah difalisitasi sama negara. Ada pula kementrian agama dengan aturan sampahnya. Cuma beberapa agama saja yang diakui di indonesia. Kepercayaan kok perlu diakui? Apa hubungannya sama negara? Ini malah menimbulkan kekacauan besar di indonesia. Ada kepercayaan yg dianak emaskan. Negara juga, yang menentukan, agama mana yang perlu diberangus, mana yang dilarang, mana yang diperbolehkan. Mereka jadi lebih repot, lebih otoriter ngurusin kepercayaan orang dari Tuhan sendiri.

Lantas, 200 juta rakyat disetir isi kepalanya. Harus punya agama dari “salah satu” itu. Percaya kok harus? Apalagi, sejak SD kita sudah didoktrin sama pelajaran agama, PPKN. Indonesia bangsa beragama, bangsa bertaqwa. Jadi, percaya atau tidak, itu ditentukan sama buku cetak murahan. Sama kementrian agama.

System pemaksaan luar biasa ini, bukannya ditentang oleh kita. Tapi malah diterima dengan tangis haru dan sembah sujud karena sudah terlanjur dibegoin. Saya bermimpi, yang namanya agama tidak perlu diurus sama negara. Indonesia menjadi negara sekuler. Kepercayaan tidak butuh diakui atau diatur oleh negara. Karena kepercayaan adalah hak pribadi tiap individu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s