agama oh agama..

Standard

Orang Indonesia, harus dibiasakan dengan diskusi. Kita harus dibiasakan dengan budaya bicara bukan budaya diam. 32 tahun Soeharto berkuasa, dan kita sudah diindoktrinasi jadi robot yg cuma bisa nrimo, jadi kacung. Diperparah dengan agama, dengan budaya “amin”, “pasti benar”, tanpa melewati proses berpikir. Pada daerah yg terpencil, masih ada suku suku yang memegang teguh kepercayaan dan budaya asli mereka sendiri. Mereka masih menganggap beberapa tempat suci, dan melakukan acara acara keagamaan di sana. Misalnya pemujaan terhadap alam. Tempat tersebut ditabukan & tdk boleh diganggu. Jika diganggu, maka ada penguasa, penunggu yg akan mengutuk dengan bencana. Cara penyembahan itulah yang kini kita sebut sebagai agama. Ia adalah produk budaya. Bukan turun dari langit. Mungkin, penatua spiritual mereka yg menata carakan ritual penyembahan itu yang sekarang kita kenal sebagai nabi.

Dalam perkembangannya, agama sudah tidak lagi sesederhana pemujaan alam atau langit. Ada agenda ekspansi kekuasaan, kepentingan politik di dalamnya. Dengan klaim “agama paling benar”, “langsung dari Tuhan” Padahal, itu semua ciptaan manusia. Mulai dr penyembahan yg sederhana hingga alat politik yg jahat dan merusak kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s