Klaim Luar Biasa dan Pembuktian Luar Biasa

Standard

(kebanyakan) ateis punya nilai, atau memiliki sesuatu yang dipercaya. Hanya saja gak dari tuhan atau bukan tentang tuhan. Tidak mungkin Anda bisa hidup normal tanpa mempercayai sesuatu. Saya percaya kalau mobil diisi bensin, bakal jalan, kalau gak diisi bakal mogok. Kenapa saya percaya? Padahal, saya bukan ahli otomotif.

Kepercayaan saya itu terkonfirmasi. Saya lihat bukti berkali kali mobil mogok jalan pakai bensin. Walau gak ngerti cara kerjanya, saya percaya. Itu contoh sederhana tentang bagaimana kepercayaan eksis di setiap hidup Anda.

Tapi, saya hanya percaya untuk hal hal yang sederhana dan biasa, bukan untuk hal yang luar biasa. Hal biasa: Anda ngeklaim tinggal di kemayoran. Secara normal tidak ada alasan untuk skeptis. Tinggal di sono hal biasa koq. Hal luar biasa: Anda ngeklaim tinggal di KASTIL PONDOK INDAH dengan MOBIL MEWAH 100 biji. Saya bakal skeptis. Saya minta bukti. Minimal ajak saya main ke rumah, kasih liat foto. Tapi saya butuh bukti. Kesimpulannya: klaim LUAR BIASA membutuhkan BUKTI LUAR BIASA.

ketika saya bilang percaya, konteksnya gak cuma tentang tuhan saja tapi semua hal.  Jadi, bukan berarti ateis itu makhluk yang super skeptis sama semua hal. Ateis itu CUMA TIDAK PERCAYA TUHAN. titik gak pake koma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s