kritis & skeptis

Standard

Mengertilah wahai engkau, bahwa sikap kritis dan skeptis adalah dasar dari segala kemajuan umat manusia. Kalo orang-orang jaman dulu percaya aja apa yang diajarin sama nabi-nabi, gak bakalan ada namanya sains, teknologi, dan sebagainya. Seperti kau contohnya, anggap agamamu sempurna. Jadi gak pernah maju dan kapasitas otaknya segitu-gitu aja.

Democritus kritis, dia gak mau terima begitu saja apa yang dia lihat. Menurutnya semua benda terdiri dari unsur yang sama. Democritus hidup 400 tahun sebelum masehi, dan dia pencetus teori atom pertama. Jauh sebelum ada mikroskop elektron. Newton melihat apel jatoh dari pohon dan dia berpikir kritis, bagaimana dan apa yang menyebabkan apel jatuh ke bawah? Newton tidak berpikir: Ah emang udah diciptainnya begitu, ah emang udah hukum Tuhan, ah akal manusia gak nyampe. Apa jadinya kalo Newton berpikiran seperti umat beragama di Indonesia? Mentok sama agama, tanpa kritis dan skeptis. Isaac Newton hidup di abad ke-17 dan dia adalah penemu teori gravitasi, peletak dasar ilmu fisika modern dan astronomi.

Kalo Newton seperti kamu, puas dengan jawaban agama, manusia gak akan bisa terbang ke bulan dan jelajahi luar angkasa. Kritis dan skeptis adalah dasar dari kemajuan manusia. Tujuan kritis dan skeptis bukanlah MENCELA, tapi MENCARI. Dari mana asal manusia? Bagaimana alam semesta terbentuk? Bagaimana terjadi kehidupan? Dicaritahu, diulik, diinvestigasi. Dipelajari, dipahami, dilogikalisasi, dan dikomparasi berbagai sumber. Bukannya langsung percaya agama tanpa baca yang lain dulu.

Kalo kamu pelajari teori evolusi, kamu akan ngerti bahwa itu jauh lebih masuk akal daripada manusia diciptakan dari tanah liat. Ngomong-ngomong manusia diciptakan dr tanah liat, itu diadopsi dari mitologi Sumeria/Hittite. Mitos Timur Tengah kuno.

Kenapa gak banyak orang bisa kritis dan skeptis? (1) karena gak peduli-peduli amat. Gak peduli-peduli amat agamanya bener atau salah, simply don’t care. Toh dia juga gak religius, asal beragama aja. (2) karena takut dan gak nyaman. Takut untuk mikir kritis, karena gak mau temukan hal-hal yang akan membuat imannya goyah. Artinya: dia punya keraguan.

Bagi orang yang tidak pedulian, ketika dihadapkan pada fakta dia hanya anggap itu sebagai informasi yang menarik. Bagi orang yang takut, ketika dihadapkan pada fakta biasanya marah karena fakta tersebut mengancam kenyamanannya.

Kalo Anda termasuk yang berpikir kritis dan skeptis, atau paling tidak, mau belajar untuk itu, ucapkan selamat untuk Anda! Mulailah pelajari sumber lain selain agamamu dan kitabmu sendiri, caritau apa yang membuatnya salah di mata orang lain.

Karena membuktikan kebenaran agamamu dengan memakai kitabmu sendiri itu gak valid. Cacat logika. Sama seperti seorang tertuduh mencoba membuktikan dirinya tidak bersalah dengan bilang: saya gak bersalah. Gak valid.

One thought on “kritis & skeptis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s