jangan sebut kafir

Standard

Hati ini tersayat dengan pisau steak yang baru saja diasah karena dipanggil kafir. Salah bicara, darahku ada cap halalnya.

Kebencian mereka terhadap kami sudah terlanjur seperti onggokan tai kuda yg masih hangat dan dikerubungi lalat hijau.

Hati kami seperti dilumuri jeruk nipis dipanggil kafir. Persis tangisan ribuan anak yang pantatnya baru ditusuk jarum suntik.

Entah apa yang membuat mereka seperti itu. Entah harus menyalahi siapa, kenapa lahir jadi kafir dan bukan anjing.

Oh agama. Andaikan diformalinkan saja, sebagaimana mayat Tuhan masih awet sampai hari ini. Maka tidak semuanya seperti ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s