circular reasoning

Standard

Salah satu cacat logika orang beragama adalah mencoba membuktikan kebenaran agamanya lewat ayat-ayat kitab sucinya. Mencoba membuktikan keberadaan Tuhan lewat tulisan dalam kitab sucimu adalah sebuah cacat logika.

Darimana tahu Tuhanmu ada dan ajarannya benar? | Tertulis di ayat ini, di kitab ini, bahwasanya blabla.. | Cacat logika.

Kenapa cacat logika? Karena kamu gak bisa membuktikan suatu hal dengan menggunakan hal yang ingin dibuktikan tersebut. Kamu gak bisa pake kitab suci untuk bukti keberadaan Tuhan dan kebenaran ajaranmu, karena justru kitab itu yg diragukan! Contoh: saya mengaku dapet surat dari Paris Hilton, dan isi surat tersebut tertulis bahwa doi cinta mati sama saya. Kamu pasti gak percaya dan ragu, jadi kamu akan minta bukti: Mana buktinya kalau surat itu dari Paris Hilton beneran?! Terus saya bilang: Nih liat aja di suratnya, tercantum nama Paris Hilton dan tanda tangannya, baca aja sendiri!

Itu hal yang bodoh. Yang diragukan kevalidan/kebenarannya adalah suratnya, masa mau pake surat itu lagi sebagai bukti? Kalo saya ngotot bahwa surat itu dari Paris Hilton tanpa bisa beri bukti selain surat itu sendiri, itu namanya ngaku-ngaku. Logika yang sama persis bisa dipakai bila kamu mencoba buktikan kebenaran agamamu dengan mengutip kitab sucimu. Justru yang saya ragukan kevalidan/kebenarannya adalah isi kitabmu, kok malah pake isi kitabnya buat meyakinkan saya? Kalo kamu ngotot bahwa kitabmu dan ajarannya benar tanpa ada bukti lain selain kitab itu sendiri, itu namanya ngaku-ngaku.

Masyarakat bodoh karena beragama, atau karena masyarakatnya bodoh maka agama tetep ada?

One thought on “circular reasoning

  1. Dearest, saya tertarik dgn artikel km ttg agama dan ketuhanan? Mungkin agama memang seperti mengatur kita ttg etika moral agar tidak keluar jalur. Lalu bagaimana dgn penciptaan manusia itu sendiri? Dan saya yakin anda tdk mungkin percaya bahwa Adam dibuang kebumi dr surga? Dan bagaimana segumpalan darah bs membentuk jantung, hati, otak yg saling bersinergi? Apakah anda menganggap kebetulan atau ada makhluk dibalik layar yg create kita? Lalu.. jika kita hanya umat manusia.. apakah kasta kita setara dgn binatang lain yg hanya perlu kebutuhan makan dan mnum untuk bertahan hidup? Jadi di bumi ini hanya untuk bertahan hidup dan menjalankan hidup semestinya dgn menjaga keseimbangan ekosistem untuk kelangsungan hidup?? Mohon dijawab.. drmn asalnya kita??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s