argumentasi sempurna?

Standard

Di mata judaisme, nasrani dan islam adalah nyontek, di mata nasrani, islam adalah nyontek. Argumentasi simpel, timeline sejarah. Di mata islam, mereka adalah penyempurna 2 generasi sebelum, sama seperti nasrani yg percaya mereka menyempurnakan taurat. Argumentasi : iman. Dengan iman, apapun bisa dijustifikasi, bahkan orisinalitas.

Agama sempurna, hanya pengikutnya yg salah jalan, sebuah argumentasi usang. Kitab yang (katanya) sempurna, seharusnya tidak bisa disalah artikan atau memiliki makna lebih dari satu. Jika anda membuat instruksi, dan anak buah anda menyalah artikan, artinya anda gagal mengkomunikasikan perintah. Sebuah kesempurnaan (kalau ada) gak bakal gagal mengkomunikasikan ide nya ke semua kelas intelegensia.

Jika ditilik dari perspektif kepemimpinan, kesalahan pengikut adalah kesalahan pemimpin. Salah pimpin. Dan bukankah agama (dipercaya) dipimpin oleh junjungan tertinggi? Tuhan? Agama sempurna? Kenapa bisa ada puluhan kaum kristen dan islam? Saling membunuh pula! Tuhan punya problem komunikasi? Agama jauh dari sempurna, dan dia tidak bisa membuang aib itu ke pengikutnya.

Jangan mengusik agama? Kenapa? Darah akan tercurah? Itukah kualitas agama? Kebenaran absolut diatas genangan darah? Tidak boleh ada hal yang kebal kritik : Anda, saya, sains, pemerintah, partai, dan semua hal, termasuk TUHAN dan AGAMA.

Selamat datang di jagat maya, di mana ide bertabrakan tanpa basa basi. Bahkan tuhan gak bisa melindungi Anda disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s