moral seorang kacung

Standard

Berani beraninya mereka, hak patenkan moralitas.

Bertendensi ketololan absolut dengan bau tengik air kencing wahyu surgawi sejak kepunahan Parasaurolophus. Agama telah menghak patenkan moral tapi tidak urusan kacung memperkacung. Agama telah berevolusi menjadi alat penindasan dan menempatkan kuasa mimbar menjadi sama dengan kuasa bankir.

Agama menjadi alat pelanggengan kekuasaan, Ia menjadi alat intimidasi ala rezim fasistik. Yang berkepentingan akan tetap mempertahankan bentuk agama tersebut demi kekuasaannya. Dan yang diperkacung akan terus memelihara kegoblokannya dengan hal hal mistis. Terseret seret dalam ketakutan dan kedunguan kolektif beserta gelar gelar kerdil lainnya.

Dengan menyembunyikan Tuhan jauh jauh kembali ke jutaan tahun lalu berdasarkan cerita dongeng kitab bau ompolnya. Sehingga, apapun yang ia lihat berdasarkan agamanya, dengan pembenaran-pembenaran ilahi. Ia menghubungkan pengetahuan dengan bau tengik nubuatan surgawinya. Ia membaca sejarah dengan iman dan kekerdilannya. Ia melihat manusia lain secara statistik, kafir atau layak dibasmi sampai bumi bertukar tempat dengan neraka. Mencari pembenaran dan menyelipkan iman ke dalam setiap hal demi bacotan kitabnya, demi imannya, demi kekerdilannya.

Dan agama, terus menindasnya, dari hari kehari, memperkacungnya demi kekuasaan segelintir orang. Ia bangga, logika, nalarnya dipenjara dan diperbudak. Karena kesadaran adalah bisikan setan dan dia terus bersyukur. Kesadaran baginya, adalah dosa yang tak bisa diampuni dan ia menyebutnya “murtad” dan orang-orang yg sadar, “kafir”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s